Selain itu, akan ada dewan juri profesional yang menilai setiap pertunjukan, dan delapan kelompok terbaik akan mendapat penghargaan khusus.
Adapun permainan yang siap dipentaskan, sebanyak 27 jenis permainan seperti congklak, Gatrik, Engkle, dan Bebentengan, yang menguji strategi dan ketangkasan.
Selain itu cingciripit, Ucing-ucingan, dan Oray-orayan, yang mendorong kerja sama dan interaksi sosial, dan njang-anjangan, Gugunungan, serta Hahayaman, yang melatih kreativitas dan imajinasi anak.
Seluruh permainan tersebut berasal dari beragam daerah di Jawa Barat, mencerminkan kekayaan budaya lokal yang unik dan beragam.
Menanamkan Cinta Budaya Sejak Dini
Festival tersebut tidak hanya menyasar pelestarian budaya, tetapi juga ingin menanamkan rasa cinta tanah air kepada generasi muda melalui pendekatan yang menyenangkan dan edukatif.
Dengan mengenal permainan nenek moyang, anak-anak diharapkan lebih peduli pada lingkungannya, menjunjung nilai kebersamaan, dan tidak melulu bergantung pada gawai.
“Kita ingin menghidupkan kembali suasana masa lalu, di mana anak-anak tertawa lepas di halaman rumah atau lapangan sambil bermain bersama. Nilai-nilai itulah yang kini perlu kita angkat kembali,” tutup Ary.***
