KITAINDONESIASATU.COM -Kumpulan Lingkar Hijau, bekerja sama dengan Yayasan Paradigma (Riau), menginisiasi pembangunan “Fasilitasi Kontribusi Daerah Dalam Capaian FOLU Net Sink di Tiga Provinsi Pulau Sumatera: Riau, Sumsel, dan Jambi.”
Dalam rangka itu, mereka mengadakan diskusi dengan tema “WKR (Wilayah Kelola Rakyat) dan Progres Implementasi Kebijakan FOLU Net Sink Sumsel,” yang berlangsung pada Rabu, 22 Januari 2025, di Tembesh Space and Resto, Jalan MP Mangkunegara, Bukit Sangkal, Kalidoni.
Acara ini dihadiri oleh Ketua DPRD Sumsel, Andie Dinialdie, SE, MM, Direktur Perkumpulan Lingkar Hijau Anwar Sadat, serta sejumlah narasumber dari Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel, WALHI Sumsel, Taman Nasional Berbak Sembilang, BKSDA, dan peserta dari berbagai instansi dan lembaga.
Narasumber dari Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel menyampaikan materi mengenai “Progres Implementasi FOLU Net Sink Sumsel,” sementara narasumber dari WALHI Sumsel membahas “WKR Sebagai Solusi Pencapaian FOLU Net Sink 2030.” Taman Nasional Berbak Sembilang mengangkat tema “Kondisi Eksisting TN Sembilang dan Upaya dalam Implementasi FOLU Net Sink Sumsel,” dan BKSDA menyampaikan “Kondisi Eksisting SM Dangku dan Upaya dalam Implementasi FOLU Net Sink Sumsel.”
Ketua DPRD Sumsel, Andie Dinialdie, SE, MM, memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini dan menyatakan dukungan penuh untuk inisiatif yang bertujuan memperluas pemahaman tentang FOLU Net Sink di Sumsel serta membangun kolaborasi antar-stakeholder untuk mencapai target FOLU Net Sink Indonesia 2030.
Andie menegaskan bahwa pihak legislatif siap mendukung program ini dengan peran mereka dalam legislasi, anggaran, dan pengawasan, serta menyusun regulasi terkait program tersebut.
Direktur Perkumpulan Lingkar Hijau, Anwar Sadat, menjelaskan bahwa tujuan utama acara ini adalah memperluas pemahaman tentang FOLU Net Sink di Sumsel, membangun kolaborasi antar-stakeholder, serta menyampaikan informasi terkait pencapaian wilayah kelola rakyat dan perhutanan sosial yang mendukung program tersebut.


