KITAINDONESIASATU.COM – Memasuki musim hujan masyarakat harap mewaspadai terhadap berbagai penyakit, terutama penyakit demam berdarah dengue (DBD). Penyakit ini cukup serius karena bisa menyebabkan kematian apabila telat dalam penanganannya.
Perhimpunan Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia (PERDOKI) mencatat bahwa ada lebih dari 1.000 orang Indonesia meninggal dunia akibat demam berdarah dengue sepanjang tahun 2024.
Nah, berikut langkah-langkat antisipatif mencegah terjangkit penyakit demam berdarah dengue pada musim hujan:
- Pemberantasan Sarang Nyamuk
Melakukan Pemberantasan Sarang nyamul (PSN) lewat kegiatan 3M Plus, yaitu:
Menguras dan menyikat dinding tempat penampungan air seperti bak mandi dan drum.
Menutup rapat-rapat tempat penampungan air seperti drum, tempayan dan lain-lain.
Mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat perkembangbiakan nyamuk seperti botol bekas, ban bekas dan lain-lain.
- Keterlibatan Peran Masyarakat
Pentingnya melibatkan masyarakat dalam mengimplementasikan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik. Menunjuk Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di setiap rumah untuk memastikan tidak ada jentik di rumah masing-masing.
- Sosialisasi Terus Menerus
Terus melakukan sosialisasi baik secara langsung atau melalui media cetak maupun media elektronik. Adapun sosialisasi difokuskan kepada pencegahan dan tanda-tanda bahaya demam berdarah. Apabila terdapat tanda-tada terjangkit demam berdarah agar segera dibawa ke rumah sakit terdekat.
- Respons Cepat Penyelidikan
Melakukan respons cepat terhadap laporan kasus Dengue. Fasyankes yang melayani atau merawat pasien dengue wajib dalam 3 jam sudah melaporkan kepada Dinas Kesehatan agar segera dilakukan tindakan penyelidikan epidemiologi dalam 1×24 jam.
- Koordinasi Pihak Terkait
Berkoordinasi dengan pihak terkait mengantisipasi peningkatan kasus demam berdarah dengue. Dengan partisipasi aktif masyarakat dan dukungan semua pihak maka diharapkan dapat mengendalikan penyebaran demam berdarah dengue di wilayah masing-masing. (*)
