KITAINDONESIASATU.COM – Direktur CIA, Bill Burns, menyatakan bahwa pemimpin Barat tidak boleh terintimidasi oleh ancaman nuklir Kremlin dan perlu mempertimbangkan penggunaan rudal Storm Shadow Inggris-Prancis di dalam Rusia.
Burns menegaskan bahwa ancaman Rusia mengenai penggunaan nuklir sebelumnya pada musim gugur 2022 tidak terbukti. Ia menyebut Presiden Rusia, Vladimir Putin, sebagai pengancam yang tidak selalu harus ditanggapi serius.
Direktur CIA itu juga menyampaikan bahwa Amerika Serikat sedang berupaya menyusun proposal baru untuk gencatan senjata di Gaza dengan bantuan mediator dari Qatar dan Mesir.
Namun, ia mengakui bahwa keberhasilan kesepakatan ini tergantung pada kemauan politik dari para pemimpin Israel dan Hamas.
BACA JUGA: Presiden Ukraina Rombak Kabinet, Andrii Sybiha Jadi Menlu
Meskipun militer Israel berhasil melemahkan kekuatan Hamas, Burns menekankan bahwa gerakan ini juga merupakan sebuah ide yang hanya bisa diatasi dengan menawarkan harapan jangka panjang bagi warga Palestina.
Mengenai Ukraina, Burns menyatakan bahwa AS dan sekutunya harus berhati-hati terhadap risiko eskalasi perang, tetapi tidak boleh takut berlebihan.
Meskipun sempat ada kekhawatiran Rusia mungkin menggunakan senjata nuklir taktis, terutama pada musim gugur 2022, Burns mengatakan bahwa ancaman tersebut sebaiknya tidak ditanggapi terlalu serius. Pada saat itu, Rusia mengalami kemunduran di medan perang Ukraina utara dan Kherson selatan, tetapi garis depan segera stabil.
Burns juga menyuarakan kekhawatiran tentang kemungkinan Iran memasok rudal balistik ke Rusia, meskipun belum ada bukti kuat mengenai hal ini.
Sementara itu, kepala MI6 Inggris, Sir Richard Moore, mengungkapkan bahwa aktivitas mata-mata Rusia semakin ceroboh di Inggris dan Eropa seiring berlanjutnya perang di Ukraina, yang ditunjukkan oleh sejumlah serangan pembakaran di wilayah tersebut.-***
Sumber: The Guardian

