News

Dinding Kolam di Gontor 5 Magelang Ambruk hingga Tewaskan 4 Santri, Begini Kronologinya

×

Dinding Kolam di Gontor 5 Magelang Ambruk hingga Tewaskan 4 Santri, Begini Kronologinya

Sebarkan artikel ini
Bantuan Kemensos Pasca Longsor Gontor 5
Bantuan Kemensos Pasca Longsor Gontor 5

KITAINDONESIASATU.COM Dinding kolam di Gontor 5 Magelang ambruk hingga tewaskan 4 santri, begini kronologinya. Peristiwa memilukan ini terjadi pada Jumat, 25 April 2025 sekitar pukul 10.30 WIB.

Dinding kolam penampung air diketahui tiba-tiba roboh di area Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 5 Darul Qiyam, di Magelang, Jawa Tengah.

Empat santri pun menjadi korban meninggal dunia dalam kejadian ini, sementara 11 lainnya mengalami luka-luka.

Pihak Pondok Gontor melalui keterangan resminya menjelaskan bahwa ambruknya dinding kolam diduga kuat dipicu oleh adanya pergerakan tanah atau longsor di area belakang Gedung Aligarh.

Baca Juga  Isbat Nikah Terpadu Kota Tangerang Diikuti 89 Pasangan Suami Istri

Tanah longsor ini kemudian memengaruhi konstruksi kolam penampung air yang berada di dekatnya, hingga akhirnya menyebabkan keruntuhan.

Nahasnya, saat kejadian berlangsung, banyak santri sedang berada di sekitar kamar mandi yang berlokasi di dekat kolam tersebut. Sejumlah santri yang sedang mengantre atau berada di dalam kamar mandi tak luput menjadi korban reruntuhan.

Pihak pondok kemudian dengan cepat menghubungi berbagai instansi terkait untuk membantu proses evakuasi dan penanganan korban.

Dinding Kolam di Gontor 5 Magelang Ambruk

Berdasarkan info yang beredar, 20 santri telah berhasil dievakuasi dan dibawa ke RS Merah Putih untuk mendapatkan perawatan.

Baca Juga  Longsor di Cianjur Tewaskan Ibu dan Bayi, Warga Diminta Waspada

BPBD Kabupaten Magelang mencatatkan total korban sebanyak 29 orang, dengan rincian korban meninggal dan luka-luka seperti yang telah disebutkan sebelumnya.

Peristiwa dinding kolam di Gontor 5 Magelang ambruk hingga tewaskan 4 santri ini membuat pihak pondok menyampaikan duka cita mendalam dan menganggapnya sebagai bencana alam yang tidak terduga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *