News

Diduga Dikeroyok Oknum Pesilat, Remaja Wringinanom Kehilangan Nyawa dan Luka-luka

×

Diduga Dikeroyok Oknum Pesilat, Remaja Wringinanom Kehilangan Nyawa dan Luka-luka

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi penganiayaan. (Ist)
Ilustrasi penganiayaan (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Beberapa perguruan silat memiliki ikatan emosional yang kuat dengan anggotanya, yang terkadang berkembang menjadi fanatisme berlebihan dan persaingan antarkelompok.

Sehingga kasus pengeroyokan remaja oleh oknum pesilat sering kali menjadi perhatian publik karena mencerminkan persoalan lebih luas dalam dunia bela diri.

Seperti dialami dua remaja asal Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik ini diduga menjadi korban pengeroyokan oknum anggota pencak silat di Jalan Raya Wedoroanom, Driyorejo, Minggu (2/2/2025).

Menurut informasi yang diperoleh mengungkapkan peristiwa pengeroyokan terjadi sekitar pukul 04:30 WIB.

Korbannya pengeroyokan adalah remaja belasan tahun berinisial SA (16) meninggal dunia dalam peristiwa pengeroyokan ini.

Pelajar SMANIP yang Kecelakaan Naik Bus Brimob akan Buat Sesi Foto Perpisahan di Malang

Kemudian korban lainnya adalah seorang remaja berinisial S (17) mengalami luka-luka.

Kapolsek Driyorejo, Kompol Musihram kepada wartawan kabarbaik.co mengakui adanya peristiwa itu, yang kebetulan lokasinya di wilayah Desa Wedoroanom.

Baca Juga  Putri Zulkifli Soroti Kebijakan Pembatasan Distribusi LPG 3 kg: Aksesibilitas Harus Tetap Terjaga

Diperoleh keterangan sebelum peristiwa itu terjadi korban bersama temannya sempat berada di Pasar Menganti, sedang ngopi saat malam mingguan.

Tiba-tiba di dalam perjalanan pulang ke Wringinanom, diduga korban dikeroyok sejumlah remaja lainnya, hingga menyebabkan salah satu di antara mereka meninggal dunia.

Kini kasus pengeroyokan yang menewaskan seorang remaja usia muda ini telah dilimpahkan ke Polres Gresik.

Diduga Mabuk Remaja Nganjuk Naik HR-V Tabrak Emak Sri dan Anaknya Warga Kediri

Kasus yang melibatkan oknum pesilat terjadi untuk kesekian kalinya di wilayah Kabupaten Gresik bagian selatan yakni dari Driyorejo dan Wringinanom.

Bahkan pada tahun lalu Polres Gresik mengamankan 6 oknum pesilat dan salah satu di antara mereka masih di bawa umur.

Kini kasus pengeroyokan kembali terjadi hingga menewaskan seorang remaja yang juga seorang pelajar yang menjadi korban pengeroyokan.

Baca Juga  Gagal Menyalip Pemuda Pacitan Tewas Setelah Tabrakan dengan Mobil Elf dari Arah Berlawanan

Tak Bisa Benerenang Dua Anak Cerme yang Hilang Naik Perahu Terbalik di Waduk Gedangkulut Gresik Ditemukan Tak Bernyawa

Analisa dan solusi

Kasus pengeroyokan remaja oleh oknum pesilat merupakan penyalahgunaan keahlian, hingga lemahnya pengawasan terhadap organisasi atau perguruan pencak silat.

Beberapa perguruan silat memiliki ikatan emosional yang kuat dengan anggotanya, yang terkadang berkembang menjadi fanatisme berlebihan dan persaingan antarkelompok.

Bela diri seharusnya digunakan untuk melindungi diri dan orang lain, bukan untuk menyerang.

Namun, beberapa individu menyalahgunakan keahliannya untuk menunjukkan dominasi sehingga melakukan penyerangan kepada orang lain.

Perseteruan antara perguruan silat sering berujung pada tindakan kekerasan, terutama jika ada provokasi atau dendam lama.

Dihantam Truk Trailer Wanita Sidayu Gresik, Meninggal Jadi Korban Kecelakaan Saat Dibonceng Suaminya

Baca Juga  Lawan Kotak Kosong, Herdiat-Yana (Alm) Menang Telak di Pilkada Ciamis

Tidak adanya kontrol ketat dari organisasi atau perguruan membuat individu merasa bebas bertindak di luar aturan.

Remaja yang terlibat dalam geng atau komunitas tertentu cenderung mudah terprovokasi dan ikut serta dalam aksi kekerasan demi solidaritas.

Solusinya pihak berwenang harus bertindak cepat dalam menangani kasus semacam ini agar tidak berkembang lebih luas.

Perguruan silat perlu menanamkan nilai-nilai kejujuran, sportivitas, dan anti-kekerasan dalam setiap latihan.

Organisasi bela diri dan instansi terkait harus lebih aktif mengontrol aktivitas para anggotanya, terutama yang masih remaja.

Jika kasus ini melibatkan konflik antarkelompok, perlu ada pendekatan dialog dan mediasi untuk meredam ketegangan.

Kasus pengeroyokan oleh oknum pesilat bukan hanya sekadar masalah kriminal, tetapi juga persoalan sosial yang memerlukan pendekatan komprehensif agar tidak terulang di masa depan. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *