KITAINDONESIASATU.COM – Hujan lebat dan angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Sabtu (9/11/2024).
Peristiwa itu terjadi pada sore hari setidaknya terjadi di empat wilayah kecamatan Lamongan yakni, Kecamatan Sugio, Babag, Kedungpring dan Kembangbahu.
Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan dilaporkan dampak dari peristiwa itu paling parah dialami wilayah Kecamatan Kembangbahu.
Di kecematan ini setidaknya ada 36 bangunan masing-masing di Desa Puter, Dumpiagung dan Pelang mengalami kerusakan akibat terjangan hujan angin itu.
Kerusakan dialami mulai dari rumah warga, fasilitas umum, tempat usaha hingga masjid dan sekolah serta fasilitas umum lainnya.
Sementara kerusakan mulai dari kerusakan ringan hingga kerusakan berat, bahkan sejumlah pohon besar juga banyak yang tumbang.
BERITA LAIANNYA: Hujan Angin Sidoarjo, Atap Semburat, Tiang Listrik dan Pohon Tumbang
Dilaporkan di wilayah Kecamatan Sugio, hujan angin kencang merusak satu rumah Desa Kedungdadi dan 1 warung rusak di Desa Sekarbagus.
Kemudian pohon besar tumbang menutup jalan akses Jalan Raya Sugio hingga terjadi pemadaman listrik.
Bergitu juga di wilayah Kedungpring juga beberapa rumah dan Masjid Baiturrahman di Desa Gunungrejo mengalami kerusakan.
Di wilayah Babat arus lalu lintas Lamongan-Babat sempat terganggu karena pohon tumbang di jalan raya Gembong, Kecamatan Babat.
Pohon tumbang roboh ke tengah jalan menutup akses jalan hingga terjadi kemacetan panjang hingga malam hari pohon baru berhasil dievakuasi dan jalan lancar kembali.
Selain hujan lebat juga terjadi fenomena hujan es bercampur air hujan dan angin kencang terjadi di wilayah Kecamatan Mantup khususnya di kawasan timur seperti di Desa Pelabuhanrejo.
bERITA LAINNYA: Hujan Angin Juga Merusak Puluhan Rumah dan Robohkan Pohon di Magetan
Hujan es yang terjatuh ke bumi diperkirakan sebesar ujung jempol orang dewasa, hingga terdengar suara keras dari atap rumah warga.
Dalam unggahan media sosial fenomena ini sempat diunggah warga dan direkam menggunakan ponsel mereka, hujan es tidak sampai merusak atap rumah warga.
Wanto salah satu warga mengatakan ia melihat terjadi angin kencang dan melihat asbes dan seng sejumlah pabrik berterbangan ke udara.
Namun kerusakan rumah warga hingga rumah roboh, Wanto mengaku tidak melihatnya, hanya angin kencang dan kawasan pabrik yang atapnya beterbangan. **


Respon (1)