KITAINDONESIASATU.COM – Di tengah pesatnya perkembangan Kota Bogor, perhatian terhadap infrastruktur permukiman masih menjadi sorotan utama. Dengan tantangan anggaran yang terbatas, Disperumkim Kota Bogor harus cermat dalam menata dan memelihara jalan permukiman, sebuah tantangan yang terus dihadapi di tengah kebutuhan masyarakat yang kian meningkat.
Erwin Gunawan, Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor, mengungkapkan tantangan yang dihadapi instansinya dalam menangani pemeliharaan atau perbaikan jalan permukiman.
“Anggaran pemeliharaan rutin jalan tidak tersedia di Disperumkim, yang ada yaitu anggaran perbaikan jalan yang melalui proses pengusulan dan penganggaran terlebih dahulu, selain itu lingkup pekerjaannya yaitu pada jalan di wilayah permukiman, termasuk jalan setapak,” jelas Erwin, Sabtu 15 Febuari 2025.
Disperumkim berbeda dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, yang bertanggung jawab atas jalan kota yang lebih besar dan menghubungkan antar wilayah serta memiliki anggaran pemeliharaan rutin, Sarana Prasarana sekaligus SDM untuk mengintervensi jalan-jalan yang memerlukan pemeliharaan secara cepat.
“Lingkup wilayah pekerjaan kami lebih ke permukiman,” tambah Erwin, menegaskan perbedaan tanggung jawab antara kedua instansi tersebut.
Erwin juga menjelaskan bahwa setiap permintaan perbaikan jalan permukiman harus melalui proses usulan dan penganggaran yang panjang.
“Kami harus menghitung, menganggarkan, dan mengusulkan terlebih dahulu. Baru bisa dianggarkan di tahun berikutnya, itu pun harus dipilah mana yang benar-benar prioritas dan dan sangat dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Menjelang tahun 2025, banyak masyarakat melalui kelurahan telah mengajukan permintaan perbaikan jalan.
“Banyak usulan dari kelurahan terkait pemeliharaan dan perbaikan,” kata Erwin, mengindikasikan perhatian masyarakat terhadap kondisi infrastruktur permukiman. (Nicko/Yo)


