KITAINDONESIASATU.COM – Hasil mengecewakan yang dialami Timnas Indonesia pada ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia memicu gelombang kritik terhadap pelatih Patrick Kluivert. Banyak pecinta sepak bola Tanah Air mendesak PSSI untuk segera memecatnya.
Usai kekalahan 0–1 dari Irak yang membuat Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia, Kluivert mengaku belum tahu soal masa depannya. “Saat ini belum ada rencana. Kami perlu berefleksi terhadap apa yang telah kami lakukan, namun saya benar-benar tidak memiliki jawabannya. Saya tidak tahu. Saya benar-benar tidak tahu apa yang akan terjadi,” ujar Kluivert, dikutip dari Kilat.
Kontrak Kluivert bersama Timnas Indonesia masih berlaku hingga Januari 2027, dengan opsi perpanjangan satu tahun dari pihak PSSI. Namun, jika federasi memutuskan untuk memberhentikannya lebih awal, maka PSSI harus menanggung biaya kompensasi besar.
Mengacu pada laporan FIFA Football Tribunal, saat Kluivert dipecat oleh klub asal Turki, Adana Demirspor, pada 2023, ia menerima kompensasi sebesar 150 ribu euro (sekitar Rp2,9 miliar) dan remunerasi tambahan sebesar 142.666 euro (sekitar Rp2,74 miliar). Total pembayaran itu menjadi acuan bahwa angka kompensasi serupa kemungkinan juga akan diberlakukan jika PSSI memilih untuk mengakhiri kontraknya lebih awal. (*)


