KITAINDONESIASATU.COM – Pemerintah Kabupaten Jember mulai menyalurkan honorarium tahap pertama tahun 2026 bagi guru ngaji muslim, guru kitab suci non muslim, serta Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N) di wilayah Kecamatan Bangsalsari.
Penyaluran dilakukan secara bertahap di kantor desa masing-masing agar lebih mudah dijangkau oleh para penerima.
Penyerahan insentif tersebut berlangsung di tujuh desa yang ada di kecamatan tersebut. Proses penyaluran berjalan tertib tanpa antrean panjang karena dilakukan langsung di lingkungan desa.
Penyaluran Lebih Dekat dengan Penerima
Camat Bangsalsari, Bambang Erwin Setiyono, ikut hadir dalam beberapa kegiatan penyerahan honorarium dan turut menyerahkan secara simbolis kepada para penerima di kantor desa.
Kebijakan penyaluran melalui kantor desa dinilai lebih praktis dibandingkan mekanisme sebelumnya yang dilakukan melalui bank.
Cara ini juga dianggap mempermudah para guru ngaji serta tokoh agama dalam menerima hak mereka.
Program tersebut merupakan bagian dari kebijakan Bupati Muhammad Fawait yang mendorong penghargaan terhadap para guru ngaji dan tokoh agama di daerah.
Ratusan Penerima di Tujuh Desa
Berdasarkan data kecamatan, jumlah penerima honorarium di tujuh desa mencapai ratusan orang. Rinciannya meliputi:
- Desa Curahkalong: 203 orang
- Desa Sukorejo: 152 orang
- Desa Petung: 99 orang
- Desa Karangsono: 93 orang
- Desa Badean: 45 orang
- Desa Banjarsari: 37 orang
- Desa Gambirono: 80 orang
Secara keseluruhan, Pemerintah Kabupaten Jember menyalurkan insentif kepada sekitar 22.000 penerima yang terdiri dari guru ngaji, guru kitab suci non muslim, dan P3N di berbagai desa.
Penerima yang Berhalangan Tetap Dilayani
Sebagian kecil penerima belum sempat mengambil honorarium karena tidak hadir saat penyaluran di desa.
Pemerintah kecamatan memastikan mereka tetap dapat mengambil hak tersebut melalui bank yang telah ditunjuk.
Selain tujuh desa yang telah menerima, masih ada empat desa lain di Kecamatan Bangsalsari yang menunggu jadwal penyaluran berikutnya.
Program ini diharapkan dapat menjadi bentuk apresiasi bagi para guru ngaji yang selama ini berperan penting dalam membina kehidupan spiritual masyarakat.(*)
