KITAINDONESIASATU.COM – Jerit tangis dan kesedihan menggema di halaman Rumah Sakit Nasser, Khan Yunis, Gaza, ketika tubuh Hussam Wafi, seorang ayah dari enam anak perempuan, dibawa untuk dimakamkan.
Hussam Wafi adalah satu dari puluhan warga Gaza yang tewas ketika berusaha memperoleh bantuan makanan di tengah kelaparan yang melanda wilayah tersebut.
Hari Minggu itu, Hussam meninggalkan rumahnya di Rafah bersama saudara dan kerabat, berharap bisa membawa pulang tepung untuk anak-anaknya yang menangis kelaparan.
Namun, ia ternyata tak pernah kembali ke rumahnya.
Menurut keterangan Pertahanan Sipil Palestina, sebanyak 31 orang tewas akibat tembakan yang dilepaskan pasukan Israel di dekat lokasi distribusi bantuan.
“Ayah Kami Hanya Ingin Membawa Roti”
Pemandangan memilukan terlihat saat putri-putri Hussam mencium tubuh ayah mereka yang telah dibalut kain kafan putih.
Sang ibu, Nahla Wafi, nyaris tak kuasa berdiri, mengenang putranya yang pergi hanya karena “jawaban lapar anak-anaknya.”
“Dia pergi karena anak-anaknya menangis minta roti. Tapi yang ia dapatkan adalah peluru dan pecahan drone,” ucap Nahla.
Pihak Komite Palang Merah Internasional (ICRC) menyatakan bahwa rumah sakit di Rafah menerima 179 korban luka, 21 di antaranya sudah meninggal saat tiba.


