KITAINDONESIASATU.COM – Kementerian Haji dan Umrah memastikan layanan kesehatan disiagakan 24 jam penuh tanpa henti selama musim haji.
Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) jadi garda terdepan. Kasi Kesehatan Daerah Kerja Madinah, Enny Nuryanti, menyampaikan bahwa seluruh tim medis siap siaga setiap saat—mulai dari dokter umum dan spesialis, perawat, hingga tenaga laboratorium dan radiografer.
Bukan cuma itu, fasilitasnya juga lengkap: ambulans, ruang rawat inap, alat rontgen, USG, hingga apotek—semua disiapkan demi memastikan jemaah tetap prima di tengah ancaman cuaca ekstrem.
Yang bikin makin aman, sistem rujukan ke rumah sakit di Arab Saudi juga diperkuat. KKHI telah bekerjasama dengan sejumlah rumah sakit besar seperti Saudi German Hospital, King Fahd Hospital, hingga Al Madinah Hospital. Artinya, jika butuh penanganan lanjutan, jemaah bisa langsung ditangani cepat dan tepat.
Namun, ada peringatan penting yang tak boleh diabaikan: dehidrasi jadi ancaman paling sering. Banyak jamaah justru mengurangi minum karena takut bolak-balik ke kamar kecil—padahal ini bisa berbahaya.
Maka, jemaah haji sebaiknya minum sedikit tapi sering. Jangan tunggu haus, karena menjaga cairan tubuh adalah kunci utama agar ibadah tetap lancar. (*)

