“Kami akan mengembangkan program ini menjadi bagian dari ekonomi berkeadilan yang memastikan kesejahteraan bagi masyarakat,” tambahnya.
Di sisi lain, Habib Ismail menekankan pentingnya peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal sebagai kunci untuk memperbaiki kualitas SDM. Ia merencanakan pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) di area food estate dan menyediakan pelatihan untuk berbagai sektor, termasuk pariwisata, seperti pelatihan pemandu wisata profesional.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat desa menjadi aktor utama di wilayah mereka sendiri. Peningkatan kualitas SDM adalah kunci agar mereka dapat bersaing dan berkembang,” tegas Habib.
Dengan berbagai program inovatif dan visi yang jelas, pasangan Willy-Habib percaya dapat membawa Kalimantan Tengah ke arah masa depan yang lebih baik dan sejahtera. Debat perdana ini pun menjadi bukti nyata komitmen mereka untuk memajukan Bumi Tambun Bungai. (Anang Fadhilah)


