Berita UtamaNews

Daya Tarik Rena Da Frina di Pilwalkot Bogor 2024

×

Daya Tarik Rena Da Frina di Pilwalkot Bogor 2024

Sebarkan artikel ini
Rena Da Frina
Kepala Dinas PUPR Kota Bogor non aktif, Rena Da Frina. (KIS/NICKO)

KITAINDONESIASATU.COM -Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor 2024 semakin memanas dengan persaingan ketat antara tiga figur utama dan kuat.

Mereka adalah mantan Wakil Wali Kota Bogor Dedie Abdu Rachim, Dokter Rayendra, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor non aktif, Rena Da Frina.

Hasil survei terbaru yang dilakukan oleh Puspoll Indonesia mengungkapkan bahwa ketiga tokoh ini saling mengejar dalam perolehan elektabilitas, menjanjikan sebuah kontestasi politik yang sengit.

Baca Juga : Pilkada di Depan Mata, Sektor Perhotelan Kota Bogor Masih Landai

Dedie Abdu Rachim, yang pernah mendampingi Bima Arya sebagai Wakil Wali Kota Bogor, masih memimpin dengan elektabilitas 20,2 persen.

Namun, posisi ini tidak bisa dianggap aman, mengingat Dokter Rayendra berada di posisi kedua dengan 18,1 persen, dan Rena Da Frina yang baru masuk bursa pencalonan langsung menempel ketat di posisi ketiga dengan 17,7 persen.

Baca Juga  Bobotoh Menyerang Petugas Steward Usai Laga Persib vs Persija

Lukmanul Hakim, peneliti dari Puspoll Indonesia, menilai bahwa hasil survei ini memang sudah diperkirakan sebelumnya.

Baca Juga : Hasto Kristiyanto Tidak akan Asal-asalan Menentukan Calon Kepala Daerah

“Kalau dilihat dari hasil survei sebenarnya tidak banyak berubah. Karena Pak Dedie kan masih di posisi pertama. Terus yang nomor dua Dokter Rayendra. Cuma yang memang sedikit mengejutkan kita itu, ada nama baru Rena. Bu Rena itu yang sedikit mengejutkan di hasil survei terbaru kita,” ungkap Lukmanul, saat diwawancarai, Minggu, 11 Agustus 2024.

Rena Da Frina, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, ternyata memiliki daya tarik tersendiri di mata publik. Menurut survei yang sama, tingkat kesukaan publik terhadap Rena mencapai 72,3 persen, sebuah modal besar yang bisa ia manfaatkan dalam upayanya merebut kursi Walikota.

Baca Juga  Harga Emas Sabtu 8 November: Antam Naik, Tembus Rp2,29 Juta per Gram

“Ya, itu sangat bisa menjadi modal awal Ibu Rena. Dari segi keterpilihan, beliau setidaknya sudah punya modal 17,7 persen. Dengan lebih massif lagi melakukan program blusukan ke bawah, beliau tentu punya peluang yang besar,” tambah Lukmanul.

Baca Juga: PKS Merapat ke KIM, Nasib Anies Baswedan di Ujung Tanduk

Kinerja Rena selama di Dinas PUPR menjadi salah satu faktor yang mendongkrak popularitasnya. Ia berhasil memperoleh tingkat kepuasan sebesar 38,9 persen dalam bidang infrastruktur dan pembangunan.

Namun, Lukmanul mengingatkan bahwa Rena masih memiliki beberapa pekerjaan rumah yang harus diselesaikan jika ingin memenangkan hati warga Kota Bogor secara keseluruhan.

Baca Juga  10 Daftar Negara Pemilik Cadangan Emas Terbesar di Dunia Tahun 2024

“Selain kinerja selama ini di Dinas PUPR, pekerjaan rumah Rena sekarang adalah menjawab persoalan pokok warga kotanya. Misalnya seperti harga kebutuhan pokok yang 45 persen responden kami anggap masih mahal. Begitu juga isu-isu lainnya, seperti pendidikan, kesehatan, pengolahan sampah dan sebagainya,” ujar Lukmanul.

Baca Juga : Dua Kepala Desa di Sumedang, Jawa Barat, Bersitegang pada Final Voli PHBN, Videonya Viral

Meski demikian, Dedie Rachim tetap menjadi pesaing utama Rena. “Persaingan tentu ketat, terutama dengan Pak Dedie. Tinggal sekarang fokus Bu Rena juga harus tertuju pada rekomendasi partai, jangan sampai peluang yang sudah ada kandas karena tidak adanya tiket untuk berlabuh di Pilwalkot Bogor,” tutup Lukmanul. (Nicko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *