KITAINDONESIASATU.COM – Hashim Djojohadikusumo bukan cuma pengusaha, namanya kini berkibar setelah kakaknya, Prabowo Subianto, terpilih sebagai Presiden RI periode 2024-2029.
Hashim pun memperoleh berkah dengan mendapatkan beberapa proyek di kawasan ibu kota negara (IKN) baru di Kalimantan Timur.
Boss Arsari Group ini terlibat dalam mengelola pusat suaka untuk Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus), yang berlokasi di daerah Kenangan.
Selain itu, anak kandung Soemitro Djojohadikusumo ini akan melakukan reboisasi lahan seluas 172.000 ha untuk mencetak hutan kembali.
Dan dari program tersebut, akan mengembangkan proyek air bersih yang dialirkan ke IKN Nusantara, dan tengah merencanakan proyek biofuel dengan perusahaan asal Amerika Serikat, LanzaTech.
Biorefinery merupakan bidang terbarukan mengubah bahan baku (misalnya tanaman, limbah kehutanan, dan proses- proses lain dengan-produk dan limbah) ke biomaterial yang berguna, biokimia dan bahan bakar bio dalam satu fasilitas terpadu.
Dalam kancah bisnis di Indonesia, Hashim Djojohadikusumo bukan anak kemarin sore lagi. Sejak 1978 Hashim sudah jadi pebisnis di Indonesia. Saat itu, Sumitro Djojohadikusumo, ayah Hashim yang juga ekonom, bukan lagi menjadi Menteri Negara Riset, melainkan hanya menjadi konsultan bisnis.
“Saya nggak enak saja. Jadi begitu saya pulang, ayah saya sudah tak pegang jabatan lagi. Kan lebih enak, nggak ada yang menuduh saya berbisnis karena fasilitas orang tua,” kata Hashim seperti dikutip dalam buku “Pergulatan 26 Manajer Indonesia Menuju Sukses (1997: 46)”.
Sebelum berbisnis, setelah dapat ijazah dari sekolah tinggi di Pamona, Hashim mencari pengalaman magang di Lazard Freres, sebuah bank investasi di Paris.
