News

Dari Hewan ke Manusia, DPR Soroti Ancaman Virus Nipah

×

Dari Hewan ke Manusia, DPR Soroti Ancaman Virus Nipah

Sebarkan artikel ini
virus
Ilustrasi virus Nipah (Freepik)

KITAINDONESIASATU.COM – Ancaman penyakit mematikan dari hewan kembali disorot DPR RI. Anggota Komisi IX DPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa mendesak pemerintah bergerak cepat meluncurkan kampanye digital masif untuk mencegah penyakit zoonosis, termasuk virus Nipah yang dinilai berpotensi menjadi ancaman serius kesehatan nasional.

Dikatakan Neng Eem, tantangan kesehatan di masa depan tak lagi hanya datang dari penularan antar-manusia, melainkan dari penyakit yang berpindah dari hewan ke manusia.

“Ancaman kesehatan ke depan banyak berasal dari zoonosis, seperti virus Nipah. Pemerintah harus memanfaatkan platform digital secara besar-besaran untuk mengedukasi masyarakat,” kata Neng Eem, di Jakarta, Senin (2/2).

Legislator asal Jawa Barat itu menekankan pentingnya edukasi publik terkait cara aman berinteraksi dengan hewan serta menjaga kebersihan pangan, mulai dari mencuci buah dengan benar hingga menghindari kontak langsung dengan cairan tubuh hewan liar.

Ia mendorong kementerian terkait untuk memproduksi konten edukasi kreatif, sederhana, dan mudah dipahami, agar pesan kesehatan bisa menjangkau masyarakat luas hingga ke pelosok daerah melalui media sosial dan jaringan komunikasi publik.

Baca Juga  Catat, Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Tingkat Pusat Hingga 6 Desember 2024, Berikut Keterangan Kemenag

“Protokol kesehatan harus berevolusi. Mencuci buah yang berpotensi terpapar air liur kelelawar kini menjadi bagian dari pertahanan kesehatan nasional,” katanya.

Tak hanya itu, Neng Eem juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas keilmuan antara pakar kesehatan manusia dan kesehatan hewan dalam menyusun narasi kampanye. Menurutnya, pendekatan berbasis sains yang dikemas secara sederhana akan membuat masyarakat lebih waspada tanpa dilanda kepanikan.

“Kita harus proaktif. Kampanye digital yang cerdas dan tepat sasaran bisa membangun kewaspadaan publik tanpa menimbulkan ketakutan berlebihan,” ujarnya.

Melalui penguatan literasi digital, Neng Eem berharap mata rantai penularan penyakit zoonosis bisa diputus dari tingkat rumah tangga, sekaligus mendukung upaya skrining ketat pemerintah di pintu masuk negara.

Baca Juga  Bunga Bangkai Sedang Mekar di Kebun Raya Cibodas

“Protokol kesehatan bukan hanya soal interaksi antar-manusia, tetapi juga hubungan kita dengan lingkungan dan hewan,” tambahnya.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan terus mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap virus Nipah, meski hingga kini belum ditemukan kasus penularan di Indonesia.

 Virus Nipah diketahui merupakan penyakit zoonotik dengan kelelawar buah sebagai inang alami, yang dapat menular melalui hewan perantara seperti babi atau konsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *