KITAINDONESIASATU.COM – Seperti biasa setiap akhir pekan, Minggu (10/11/2024, di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta Selatan, selalu ramai dengan beragam kegiatan berbagai kelompok masyarakat atau warga yang sengaja berolahraga.
Bumi Perkemahan Ragunan memang memberikan tempat untuk bermacam-macam aktivitas warga. Kali ini, kelompok yang menamakan diri HSI (halaqah silsilah ilmiah) pimpinan Ustad Abdullah Roy menggelar acara selama tiga hari di Bumi Perkemahan Ragunan, dari 8-10 November 2024.
HSI yang didirikan pemilik pondok pesantren Riyadhussholihin yang terletak di Pandeglang, Banten ini mengadakan kegiatan kuliner. Dengan mendirikan tenda-tenda makanan dan minuman.
Terlihat para peserta mendirikan berbagai stand yang menjual makanan dan minuman. “Kegiatan ini sengaja mengundang masyarakat umum untuk menikmati sajian kuliner,” kata pengurus HSI Andri kepada Kita Indonesia Satu.Com, pada Minggu.
Dia katakan, fokus HSI sebenarnya adalah dakwah. Salah satunya lewat media sosial, seperti platform Instagram atau Youtube.
Menurut Andri, selama ini para anggota hanya mengikuti kajian, seperti fikih, secara daring alias online dan dikenal lewat dunia maya.
“Dengan kegiatan temu darat ini, kami bisa mengenal mereka secara dekat,” ujarnya.
Belakangan ini memang terjadi fenomena menarik soal dakwah di Medsos (media sosial). HSI salah satu kelompok yang memanfaatkan teknologi digital untuk berdakwah.
Semua segmen masyarakat seakan berlomba menggunakan Medsos agar dikenal dan tujuan dakwah mereka dapat tercapai. Ibarat kata, “sambil menyelam minum air”.
Selain HSI, individu-individu yang memahami agama juga memanfaatkan Medsos. Agar dakwah mereka bisa menjangkau sebanyak mungkin khalayak ramai.
Seperti penceramah terkenal Ustad Abdul Somad Batubara atau dikenal UAS. Juga Gus Baha, penceramah dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) menjadi terkenal lantaran ceramah-ceramahnya di-upload di platform Youtube.
UAS kini populer berkat penampilannya yang dapat dilihat di Youtube, WA atau TikTok. Dakwah dan ceramah pria kelahiran 18 Mei 1977 ini dikenal menghibur dan kerap mengundang gelak tawa.
Dai asal Tapanuli Utara, Sumatera Utara ini fokus dalam bidang ilmu hadis dan fikih. Ia sempat mengajar mengajar di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau, selama 10 tahun sejak tahun 2009.
Hingga pada 2019 ia melepaskan status sebagai dosen UIN Suska, lantaran sibuk sebagai pendakwah yang mendapat undangan di seluruh tanah air.
Pemanfaatan Medsos juga dilakukan Gus Baha. Penceramah dengan nama lengkap Ahmad Bahauddin Nursalim ini merupakan dai asal Rembang, Jawa Tengah
Pria kelahiran 29 September 1970 ini juga dikenal ceramah-ceramahnya melalui Youtube. Gaya bicaranya yang lugas dan sederhana, menjadi ciri
Kekhasan lain, sebagai mantan santri Pesantren Al-Anwar yang Nahdliyin ini selalu mengenakan sarung dalam berbagai kesempatan.
Ia dikenal sebagai salah satu ulama ahli tafsir yang memiliki pengetahuan mendalam seputar al-Qur’an. Juga salah satu murid dari ulama kharismatik, almarhum Kiai Maimun Zubair. (Aris MP)

