KITAINDONESIASATU.COM – Musibah tragis mengguncang warga Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Minggu (30/8/2026). Gedung bersejarah peninggalan kolonial Belanda, Gedung Hogwan di Jalan Lapangan Asri, tiba-tiba ambruk dan menimbulkan korban jiwa.
Jumlah korban meninggal dunia dalam insiden tersebut dilaporkan mencapai tiga orang setelah tim SAR gabungan kembali menemukan satu korban di bawah reruntuhan.
Ketiga korban yang meninggal dunia diketahui bernama Nara (4), Arfa (6), dan Kanjat (83).
Gedung Hogwan runtuh secara mendadak. Material bangunan kemudian menutup akses jalan warga dan menimpa sejumlah bangunan di sekitarnya.
Sedikitnya tiga rumah warga mengalami kerusakan parah akibat tertimpa material gedung. Rumah tersebut diketahui milik Feti, Marto, dan Imam.
Seorang saksi mata bernama Ahmad menggambarkan kerasnya suara saat bangunan runtuh.
“Suara gemuruhnya keras sekali seperti gempa bumi. Begitu warga keluar, Gedung Hogwan sudah roboh total dan menimpa rumah-rumah di bawahnya,” ungkap Ahmad.
Koordinator Penanganan Bencana BPBD Kabupaten Brebes Posko Bumiayu, Budi Sujatmiko, mengatakan proses evakuasi langsung dilakukan setelah pihaknya menerima laporan mengenai bangunan yang ambruk.
Petugas kemudian melakukan penyisiran karena terdapat laporan kemungkinan korban masih tertimbun material bangunan.
Menurut Budi, ketiga korban meninggal dunia berada di dalam rumah yang tertimpa reruntuhan saat kejadian berlangsung.
“Sesaat kejadian, ketiga korban meninggal sedang tertidur di dalam rumah yang tertimpa material Gedung Hogwan. Kami langsung ke lokasi untuk mengevakuasi material sekaligus mencari kemungkinan adanya korban lain,” jelas Budi.
Runtuhnya bangunan bersejarah tersebut sontak mengundang perhatian warga. Ratusan masyarakat mendatangi lokasi untuk melihat proses evakuasi.
Untuk menjaga keamanan sekaligus membantu petugas bekerja, kepolisian memasang garis polisi di sekitar area terdampak.
Proses pencarian dan pembersihan material terus dilakukan untuk memastikan tidak ada korban lain yang masih berada di bawah reruntuhan.
Gedung Tua
Gedung Hogwan dikenal sebagai salah satu bangunan bersejarah di Bumiayu. Dalam beberapa tahun terakhir, bangunan tua tersebut dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat latihan olahraga bulu tangkis.
Kondisi bangunan yang telah berusia tua dan mengalami pelapukan diduga menjadi salah satu faktor runtuhnya gedung. Namun, penyebab pasti kejadian masih harus menunggu hasil pemeriksaan pihak berwenang.
Selain korban jiwa, kerusakan bangunan dan rumah warga juga masih dalam proses pendataan.
Hingga kini, petugas masih melakukan penanganan di lokasi dan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti ambruknya Gedung Hogwan serta menghitung total kerugian akibat kejadian tersebut. (*)




