KITAINDONESIASATU.COM – Tragedi kecelakaan maut Indramayu yang terjadi di jalur Pantura Indramayu masih menyisakan duka mendalam bagi masyarakat.
Hingga Selasa 14 Juli 2026, enam korban kecelakaan maut di Pantura Indramayu masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Mitra Plumbon (RSMP) Widasari.
Kondisi mereka terus dipantau ketat oleh tim medis mengingat luka yang diderita cukup parah akibat benturan keras yang terjadi di lokasi kejadian.
Keenam korban kecelakaan yang masih dirawat tersebut terdiri dari anak-anak dan dewasa, yakni Olivia (4 tahun), Bayu Kelana (8 tahun), Wandi (29 tahun), Saba (11 tahun), Jesika (2 tahun), dan Salma Yanti (4 tahun).
Seluruhnya merupakan warga Blok Cemeti Kulon, Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu. Luka yang dialami enam korban kecelakaan maut di Pantura Indramayu ini meliputi cedera di bagian wajah, kepala, organ dalam, hingga patah tulang, yang menjadi bukti dahsyatnya insiden kecelakaan maut Indramayu tersebut.
Tinjau korban
Untuk memastikan penanganan yang optimal, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jawa Barat, AKBP Jinny Manurung, didampingi Kasatlantas Polres Indramayu, AKP Undang Syarif Hidayat beserta jajaran, meninjau langsung korban kecelakaan di RSMP Widasari.


