Tawa dan keceriaan yang muncul selama kegiatan menjadi bagian dari upaya mengurangi ketegangan setelah mereka menghadapi situasi bencana.
Melalui trauma healing, pendampingan yang diberikan tidak hanya berfokus pada kebutuhan fisik masyarakat terdampak. Aspek psikososial, terutama bagi anak-anak, turut menjadi perhatian selama proses pemulihan.
Bagi korban gempa Flores, dukungan semacam ini diharapkan dapat membantu menciptakan rasa aman sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak untuk kembali menjalani aktivitas yang sesuai dengan usia mereka.
Korem 161/Wira Sakti bersama unsur TNI lainnya terus menunjukkan dukungan selama masa tanggap dan pemulihan bencana.
Trauma healing anak korban gempa Flores menjadi salah satu bentuk pendampingan agar anak-anak dapat kembali ceria dan tumbuh bersama masyarakat yang sedang membangun kembali kehidupan setelah bencana.***





