“Pesantren harus tetap menjaga nilai-nilai keislaman sekaligus mampu menjawab tantangan modern,” ujarnya.
Sementara itu, dalam pidato perdananya setelah dilantik, Saepul Bahri menegaskan amanah yang diterimanya bukan sekadar jabatan struktural.
Ia menyebut kepemimpinan di pesantren merupakan tanggung jawab besar untuk menjaga marwah lembaga dan melanjutkan perjuangan para pendahulu.
Menurutnya, kemajuan pesantren harus dibangun melalui kebersamaan seluruh unsur, mulai dari asatidz, santri, alumni, hingga wali santri.
Ia juga mengajak seluruh keluarga besar pesantren untuk memperkuat budaya pendidikan yang disiplin, berakhlak, dan berorientasi pada kemajuan umat.
Selain fokus pada kualitas pendidikan, Saepul Bahri menilai penting bagi pesantren untuk tetap adaptif terhadap perkembangan zaman.
Namun, ia menegaskan perubahan tersebut harus tetap berpijak pada prinsip aqidah, ibadah, dan akhlak yang menjadi ruh perjuangan Persatuan Islam.
Pelantikan Mudir ‘Am baru ini dinilai menjadi bagian penting dari estafet perjuangan dalam menjaga eksistensi pesantren di tengah dinamika masyarakat modern.

