KITAINDONESIASATU.COM – Bencana alam kembali menghantam Kabupaten Lebak, Banten. Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah tersebut selama berjam-jam memicu banjir dan longsor di lima kecamatan sekaligus. Sedikitnya 37 rumah warga terdampak, sementara sebuah pondok pesantren dilaporkan hanyut terbawa arus ganas.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lebak menyebut bencana terjadi setelah hujan ekstrem mengguyur kawasan Lebak sejak Jumat (15/5) siang hingga petang. Enam sungai besar meluap bersamaan dan menerjang permukiman warga hingga infrastruktur desa.
Kepala BPBD Lebak, Sukanta, mengungkapkan pihaknya masih terus melakukan pendataan di lokasi terdampak. Meski kerusakan cukup luas dan kondisi di lapangan memprihatinkan, ia memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam musibah tersebut.
Lima kecamatan yang terdampak paling parah yakni Kecamatan Cigemblong, Cipanas, Sajira, Leuwidamar, dan Muncang. Sedikitnya 11 desa ikut diterjang banjir bandang serta longsor akibat meluapnya Sungai Peucangpari, Cimaur, Cibeurih, Cilaki, Ciminyak, hingga Cisimeut.
Dampak kerusakan pun bikin miris. Sebanyak 37 rumah warga terdampak, satu pondok pesantren hanyut diterjang arus, jembatan dan jalan usaha tani roboh. Tak hanya itu, sekitar 50 hektare sawah ikut terendam sehingga mengancam hasil panen warga.
Kerusakan juga meluas ke infrastruktur lain seperti irigasi ambruk, tembok penahan tanah roboh, jalan desa rusak, hingga bronjong yang jebol akibat derasnya arus air.
Petugas BPBD kini terus berjibaku menyalurkan bantuan darurat berupa ratusan paket sembako dan puluhan lembar terpal untuk warga terdampak. Namun proses pendataan masih terkendala medan berat dan akses jalan yang rusak akibat longsor serta banjir.
Warga pun diminta tetap siaga karena curah hujan tinggi diperkirakan masih berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Ancaman banjir dan longsor susulan disebut masih membayangi sejumlah wilayah di Lebak. (*)
