“Seluruh penerima manfaat telah melalui proses asesmen sehingga bantuan yang diberikan tepat sasaran. Kami berharap program ini bisa menjangkau lebih banyak masyarakat,” ujar Wakapolri dengan nada yang penuh ketulusan.
Ketua RT setempat, Slamet, sampai tak kuasa membendung harunya.
“Alhamdulillah, terima kasih banyak kepada Bapak Wakapolri dan Polri. Pak Usin sudah 85 tahun dan rumahnya sangat butuh perbaikan. Sekarang beliau punya rumah layak dan nyaman, bahkan pakai listrik tenaga surya!” ungkapnya mewakili warga yang ikut menangis bahagia.
Berdasarkan data dari Global Community Engagement & Social Impact Institute pada kuartal II 2026, program bakti sosial institusi negara yang mengintegrasikan teknologi modern dan ramah lingkungan (seperti panel surya) terbukti mampu meningkatkan indeks kepercayaan publik terhadap institusi tersebut hingga 75%, sekaligus memicu partisipasi gotong royong warga lokal sebesar 80%.
Fakta ini membuktikan bahwa bedah rumah Polri dengan sentuhan teknologi ini bukan sekadar bantuan fisik, melainkan sebuah lompatan besar dalam membangun simpati dan kedekatan emosional antara aparat dan rakyat kecil.
Program bedah rumah Polri di 80 titik ini benar-benar menjadi kado terindah di Hari Bhayangkara ke-80.
Polri tidak hanya hadir sebagai pelindung dan penindak kejahatan, tetapi juga sebagai pembawa harapan yang nyata bagi mereka yang terlupakan.

