Meski begitu, ia menyebut sebagian besar hasil tangkapan cumi-cumi saat ini masih dijual dalam bentuk mentah atau bulk dan belum banyak dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah.
“Ini menjadi keunggulan tersendiri dibanding pelabuhan lain. Kalau daerah lain unggul di ikan, kami unggul di cumi-cumi yang punya nilai ekonomis tinggi dan berorientasi ekspor,” katanya.
Menurut Yusuf, pasar lokal untuk komoditas cumi-cumi di wilayah Cirebon belum terlalu besar sehingga sebagian besar hasil tangkapan lebih banyak diarahkan ke pasar ekspor.
Saat ini, negara tujuan utama ekspor cumi-cumi dari PPN Kejawanan antara lain China dan United States.
“Kalau pasar lokal saya pikir belum terlalu besar. Jadi memang lebih menarik untuk pasar ekspor perikanan,” ujarnya.
Selain memiliki nilai jual tinggi, permintaan cumi-cumi di pasar internasional juga disebut relatif stabil sehingga menjadi salah satu komoditas potensial dalam mendukung pertumbuhan sektor kelautan dan perikanan nasional.
Pemerintah sendiri terus mendorong penguatan hilirisasi sektor perikanan agar hasil tangkapan laut tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi juga diolah menjadi produk turunan dengan nilai tambah lebih tinggi.***

