KITAINDONESIASATU.COM – Banjir kembali menerjang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dan membuat puluhan keluarga panik. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sebanyak 65 kepala keluarga atau 198 jiwa di Desa Cihaur, Kecamatan Cibeber, terpaksa angkat kaki dari rumah mereka setelah air bah kembali merendam permukiman, Senin (4/5).
Situasi makin mencekam saat hujan deras tak kunjung reda. Bahkan, warga yang sempat nekat pulang justru memilih kabur lagi ke pengungsian saat air kembali naik drastis. Ketinggian air disebut-sebut mencapai hingga 2 meter pada dini hari-lebih parah dari banjir sebelumnya.
Sekretaris BPBD Cianjur, Asep Sudrajat, mengungkapkan sebagian besar pengungsi terdiri dari perempuan dan anak-anak. Mereka kini bertahan di balai desa hingga rumah kerabat yang lebih aman dari ancaman banjir.
Di tengah kepanikan, petugas gabungan dari TNI, Polri, Damkar, PMI, dan relawan bergerak cepat membantu warga. Mereka bahu-membahu membersihkan lumpur tebal yang tersisa setelah banjir menyapu kampung.
Meski tidak ada korban jiwa, ancaman belum berakhir. BPBD memperingatkan potensi banjir susulan masih sangat tinggi, terutama jika hujan deras kembali turun pada sore hingga malam hari. Warga diminta tidak nekat bertahan dan segera mengungsi jika tanda-tanda bahaya muncul.
Tak hanya Desa Cihaur, banjir juga sempat menghantam Desa Cikondang. Sembilan kepala keluarga dilaporkan mengungsi, namun beruntung air cepat surut dan mereka bisa kembali ke rumah dalam waktu singkat.
Kini, warga bersama petugas masih berjibaku membersihkan sisa lumpur dan sampah yang menyumbat saluran air. (*)
