Ia menilai, keberadaan ekosistem kewirausahaan menjadi faktor penting dalam menciptakan generasi muda yang mampu membuka peluang usaha sekaligus memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.
Sementara itu, Kepala Dispora Kabupaten Garut, Asep Mulyana, menjelaskan bahwa Bootcamp Kewirausahaan Organisasi Pemuda Garut merupakan tindak lanjut dari hasil Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan (Rakortekrenbang) Provinsi Jawa Barat Tahun 2025. Program kewirausahaan pemuda menjadi salah satu agenda strategis yang perlu diwujudkan oleh pemerintah daerah.
Menurut Asep, tujuan utama kegiatan ini adalah mendorong setiap organisasi kepemudaan memiliki unit usaha yang mampu menopang kemandirian organisasi sekaligus menciptakan keberlanjutan program di masa mendatang.
Antusiasme peserta terhadap Bootcamp Kewirausahaan Organisasi Pemuda Garut juga terbilang tinggi. Sebanyak 133 kader dari berbagai organisasi kepemudaan mendaftarkan diri.
Setelah melalui seleksi administrasi dan penilaian proposal usaha, sebanyak 50 peserta terbaik dinyatakan lolos mengikuti pelatihan.
Peserta yang terpilih dinilai memiliki komitmen, kreativitas, serta inovasi dalam mengembangkan ide usaha yang berpotensi diterapkan di organisasi masing-masing.
Selama pelaksanaan Bootcamp Kewirausahaan Organisasi Pemuda Garut, para peserta akan memperoleh berbagai materi, mulai dari pembangunan karakter wirausaha, penyusunan model bisnis, strategi pemasaran digital, pengelolaan keuangan usaha, pengembangan bisnis, hingga penyusunan rencana tindak lanjut yang dapat diimplementasikan setelah pelatihan selesai.





