KITAINDONESIASATU.COM – Aplikasi kartu kewaspadaan kesehatan elektronik atau e-HAC, kembali akan diterapkan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Penerapan kembali e-HAC tersebut, untuk mengantisipasi penyebaran virus cacar monyet atau monkeypox (Mpox) dari para penumpang asal luar negeri.
Aplikasi tersebut, sebelumnya sempat diterapkan pada masa pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu.
Mengutip berita yang dilansir RRI, informasi diterapkannya kembali e_HAC tersebut, antara lain disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno.
“Aplikasi e-HAC yang diberlakukan pada masa pandemi Covid-19 akan kembali diterapkan,” kata Uno.
Selain untuk mengantisipasi penyebaran Mpox dari penumpang umum asal luar negeri, menuru sumber lain, juga untuk penumpang khusus dari peserta Forum Indonesia-Afrika (IAF) Ke-2 di Bali pada 1-3 September 2024.
Menurut Uno, pengawasan untuk penumpang yang dari perjalanan internasional itu akan ditingkatkan. Itu mulai dari pemeriksaan suhu badan dan fisik, kemudian pengisian e-HAC.
“Penyakit Mpox dapat terdeteksi melalui suhu yang tinggi dan deteksi secara fisik. Nah, makanya kita lakukan,” kata Uno.



Respon (1)