“Kita melakukan kegiatan kalau tidak dapat dirasakan oleh masyarakat, maka kita harus evaluasi. Kehadiran kita di tengah masyarakat tentu sangat dibutuhkan dan dinantikan oleh masyarakat,” kata Kapolrestabes.
“Beberapa kali saya melaksanakan sapa warga di beberapa pos kamling, lingkungan-lingkungan, selalu yang ditunggu-tunggu adalah patroli dari kepolisian. Jadi kehadiran rekan-rekan dalam bentuk patroli itu menjadi sesuatu yang dinanti oleh masyarakat,” Kapolrestabes Medan menambahkan.
Karena itu, sambung Kapolrestabes, patroli kegiatannya rutin, tetapi personel sendiri yang harus menghiasi dengan dinamikanya. Kalau hasil patroli kemudian secara kualitatif aman dan terkendali rasanya biasa saja.
Tapi patroli yang lakukan harus menemukan obyek yang selama ini menjadi keresahan masyarakat, baik anak-anak tawuran, menggunakan sepeda motor tidak pada tempatnya yang kemudian orang mempersepsikan sebagai geng motor, membawa senjata tajam dan narkoba.
“Tindakan inilah yang diinginkan oleh pimpinan. Mudah-mudahan rekan semua tidak bosan dengan kegiatan ini, karena itu rekan-rekan sendiri yang harus menumbuhkan dinamikanya sehingga bisa menikmati prosesnya,” imbuhnya.
Di penghujung amanatnya, Kapolrestabes Medan meminta personelnya untuk menjaga kekompakan, kedisiplinan, terutama dalam menggunakan senjata api maupun dalam penggunaan alat-alat kepolisian seperti tongkat dan sebagainya sehingga tidak menimbulkan kontraproduktif di tengah masyarakat.
“Saya yakin dan percaya rekan-rekan melaksanakan dengan baik, semangat dan menerima penugasan ini dengan gembira. Karena dinamikanya, kegiatan apel dan patroli merupakan kegiatan yang dinanti oleh masyarakat terutama pada hari minggu atau hari libur,” ucap Kapolrestabes.
Terakhir Kapolrestabes Medan mengimbau para pimpinan unit agar mengatur ritme penugasan supaya tidak tumpang tindih sehingga 24 jam masyarakat dapat terlayani dengan baik.


