Garut sendiri dipilih sebagai salah satu kabupaten di Jawa Barat yang menjadi lokasi penerapan program graduasi kemiskinan berbasis intervensi sosial.
“Konsep graduasi kemiskinan ini sudah berhasil diterapkan di lebih dari 17 negara, dengan tingkat keberhasilan 75–90 persen. Jika kita intervensi 1.000 keluarga di Garut, targetnya 900 bisa keluar dari garis kemiskinan,” jelas Arvian.
BRAC juga menegaskan kesiapannya mendukung penguatan kapasitas SDM lokal, khususnya para pendamping di lapangan, serta mendukung pengembangan sistem pendataan dan kriteria objektif untuk proses graduasi.
Selain itu, BRAC akan bekerja sama erat dengan BAPPEDA, Dinas Sosial, serta dinas dan lembaga terkait lainnya dalam merancang transformasi program perlindungan sosial yang lebih berdampak.
“Kami akan bantu capacity building, pengembangan infrastruktur, dan memastikan adanya sistem yang bisa mengukur keberhasilan program secara akurat,” tutup Arvian.
Arah Baru Penanggulangan Kemiskinan di Garut
Kolaborasi ini diharapkan menjadi babak baru dalam penanganan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Garut, tidak hanya bersifat karitatif, tetapi mendorong transformasi menyeluruh dari sisi mental, ekonomi, hingga sosial.
Program ini akan melibatkan pendampingan intensif, akses terhadap pelatihan kerja, bantuan produktif, serta monitoring berkala hingga penerima manfaat dapat naik kelas secara ekonomi dan sosial.***
