KITAINDONESIASATU.COM – Kata-kata kecelakaan Gresik perlu diruwat itu mungkin ada benarnya, sebab kecelakaan yang terjadi di wilayah ini tak ada habisnya.
Selama hari Minggu, 24 November 2024 kemarin saja terjadi dua peristiwa mengenaskan dua warga kehilangan nyawanya di jalanan Gresik.
Belum lagi kecelakaan yang terjadi sebelumnya sudah tak terhitung jumlahnya yang sebagian besar melibatkan anak usia muda.
Kedua peristiwa tersebut karena kecerobohan warga di dalam mengendarai kendaraan sepeda motornya atau dalam bahasa lalu lintasnya human error yang berarti kesalahan manusia.
Dua kecelakaan yang terjadi hari Minggu kemarin melibatkan dua peristiwa kecelakaan, semua melibatkan sepeda motor dua orang menghembuskan nafas terakhirnya.
Kecelakaan yang pertama terjadi pada pukul 13.30 WIB terjadi di ruas Jalan Raya Bungah, Kabupaten Gresik seorang pengendara motor wafat di jalan.
Korban wafat setelah mengalami luka parah setelah kecelakaan saat dalam perjalanan dilarikan ke rumah sakit.
Diketahui korban adalah seorang pria bernama Thohir (46) warga Kramat, Kecamatan Bungah wafat setelah sepeda motornya dihantam truk box.
Thohir mengendarai Honda Vario W 6561 KE melaju dari arah selatan ke utara, namun tiba-tiba sepeda motor oleng kekanan pada hal dari arah berlawanan ada truk box yang melaju.
Truk box B 9181 NCJ dikemudikan Wisnu Yoga Nata (30) warga Masangan Kulon, Sukodono, Sidoarjo melaju dari arah berlawanan, sempat menghindari laju korban.
Karena terlalu dekat jarak kendaraannya hingga mobil truknya menghantam sepeda motor korban, hingga membuat korban kehilangan nyawa.
Parahnya korban tidak mengenakan helm pelindung kepala serta tidak ditemukan Surat Izin Mengemudi (SIM) C, sementara pengemudik truk dibekali surat lengkap.
Sementara kecelakaan yang kedua terjadi pada malam hari pukul 19.30 WIB di Jalan Raya Sumengko, Wringinanom, Kabupaten Gresik.
Kecelakaan yang terjadi merupakan laka adu banteng dua kendaraan sepeda motor yang membuat Siti Maf’ula (19), warga Desa Sembung, Kecamatan Wringinanom, kehilangan nyawanya.
Laka Adu banteng melibat sesama kendaraan roda dua dan sama-sama dikendarai warga Gresik, hingga menyebabkan remaja kehilangan nyawa.
Dua kendaraan sepeda motor itu dikendarai para remaja usia muda adalah Honda Scoopy W 2635 FD dikendarai M Husni (21) warga Lebanisuko, WInginanom.
Sedang kendaraan lawannya adalah Honda GLPro W 5485 EA yang dikemudikan Firman (22) warga Desa Sumberame, Wringinanom.
Firman yang mengendarai Scoopy membonceng temannya Siti (19) warga Sembung, Wringinanom yang mengalai luka parah hingga kehilangan nyawa setelah di rawat.
Menurut informasi yang diperoleh mengungkapkan kecelakaan terjadi bermula dari pengendara Honda Scoopy yang melaju dari utara ke arah selatan.
Husni yang memboceng Siti ini melaju di jalan kemudian hendak belok ke kiri jalan.
Namun rumanya Husni diduga tidak mengutamakan kendaraan yang meluncur dari arah berjalan lurus, sehingga keduanya bertabrakan.
Sepeda motor GL Pro yang dikendarai Firman melaju lurus dari arah barat ke arah timur, karena jarak terlalu dekat akhir terjadi tabrakan.
Kerasnya benturan antar sepeda motor itu membuat Siti pemboceng Husni terpental hingga mengalami luka parah di bagian kepala.
Korban langsung dievakuasi menuju RS Petrokimia Driyorejo Gresik, namun korban harus meninggalkan kita semua saat dirawat di rumah sakit. **




Respon (1)