“Setelah menerima informasi kejadian, kami langsung memberangkatkan tim rescue menuju lokasi untuk melaksanakan operasi pencarian. Kami juga berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan agar upaya pencarian dapat dilakukan secara maksimal. Kami berharap korban dapat segera ditemukan,” ungkap Raymond.
Dalam operasi tersebut, Basarnas bekerja bersama personel TNI/Polri, perangkat desa, serta warga setempat.
Penyisiran dilakukan menggunakan perahu karet dan perahu milik masyarakat. Petugas memantau permukaan sungai secara visual, terutama di sekitar titik yang diduga menjadi lokasi terakhir korban terlihat.
Area pencarian dipusatkan di lokasi kejadian dan wilayah sekitarnya dengan cakupan mencapai 4 kilometer persegi.
Hingga berita ini disusun, Hendi belum ditemukan. Tim SAR Gabungan masih melanjutkan pencarian dengan mengerahkan personel dan sarana yang tersedia.
Basarnas juga mengingatkan masyarakat, terutama para orang tua, agar tidak membiarkan anak-anak berenang atau bermain tanpa pengawasan di sungai. Arus dan kondisi perairan yang tidak terduga dapat membahayakan keselamatan, terlebih bagi anak-anak.***





