News

BMKG Imbau Keselamatan di Pantai: Gelombang Tinggi Melanda Sejumlah Wilayah

×

BMKG Imbau Keselamatan di Pantai: Gelombang Tinggi Melanda Sejumlah Wilayah

Sebarkan artikel ini
FotoJet 12 7
Peringatan dini BMKG

KITAINDONESIASATU.COM – Di tengah musim hujan, cuaca ekstrem dan gelombang tinggi di kawasan pantai dapat menimbulkan bahaya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Indonesia.

Peringatan ini berlaku mulai pukul 07.00 WIB pada 28-31 Januari 2025.

Peringatan ini ditujukan kepada berbagai pihak yang beraktivitas di wilayah perairan, seperti nelayan, operator pelabuhan, dan wisatawan pantai.

Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo, menegaskan wisatawan dilarang keras melakukan aktivitas di kawasan pantai jika tinggi gelombang melebihi dua meter.

Eko juga memberikan informasi mengenai kondisi gelombang di sejumlah wilayah perairan Indonesia:

Gelombang 1,25-2,5 meter berpotensi terjadi di:

Selat Malaka bagian utara

Samudra Hindia barat Aceh hingga Lampung

Samudra Hindia selatan Banten hingga DIY

Selat Karimata bagian selatan

Laut Jawa, Laut Bali, Laut Sumbawa, Laut Flores, Laut Banda, Laut Arafuru

Laut Sulawesi bagian tengah dan timur, Laut Maluku, Samudra Pasifik utara Papua Barat hingga Papua.

Gelombang 2,5-4 meter berpotensi terjadi di:

Laut Natuna Utara

Selat Karimata bagian utara

Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga NTB

Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua Barat Daya.

BMKG juga menyoroti risiko keselamatan pelayaran akibat tinggi gelombang:

Perahu nelayan menghadapi bahaya jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter.

Kapal tongkang berisiko jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter.

Kapal ferry terdampak saat angin mencapai 21 knot dengan tinggi gelombang 2,5 meter.

Imbauan untuk Wisatawan dan Pihak Terkait
BMKG mengingatkan adanya potensi gelombang tinggi hingga lebih dari 2,5 meter di Laut Jawa dan Samudra Hindia selatan Banten hingga Yogyakarta.

Petugas pantai, BPBD, dan pihak keamanan diimbau untuk meningkatkan pengawasan dan memberikan himbauan kepada wisatawan.

“Rambu-rambu keselamatan sudah dipasang, tetapi wisatawan sering kali mengabaikan aturan ini,” ungkap Eko.- ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *