KITAINDONESIASATU.COM – Para penumpang mobil SUV Ford Everest ini benar-benar beruntung sekali setelah kendaraannya ditabrak KA Tawangalun relasi Banyuwangi-Malang di Kota Pasuruan, Kamis (7/11/2024) pukul 10:40 WIB.
Peristiwa ini terjadi di perlintasan KA darurat Bokwedi, Lingkungan Bintingan, Kelurahan Kepel, Bungul Kidul, Kota Pasuruan, Jawa Timur.
Mobil Ford ini berisi lima orang penumpang dan pengemudi, seluruhnya selamat, namun ada mengalami luka-luka cukup serius.
Informasi yang diperoleh menyebutkan tidak ada korban jiwa dan seluruh penumpang berjumlah empat orang mengalami luka-luka.
Kecelakaan terjadi ketika mobil Ford yang dikemudikan Nurosidi (57) warga Kelurahan Wiro Gunan Purworejo, Kota Pasuruan melaju dari utara ke arah selatan.
KECELAKAAN LAIN: Kurang Trampil di Jalan Tikungan Warga Purworejo Ditabrak Truk Kelurga Berduka
Kendaraan berisi empat orang itu melaju dari arah utara menuju jalan raya pantura Pasuruan, namun pengemudi sepertinya kurang waspada.
Ketika hendak melewati perlintasan KA di Bolwedi sang pengemudi tidak melihat ada KA yang sedang melaju dari arah timur.
Karena perlintasan itu memang jalannya menanjak, sehingga Nursosidi sekilas tidak melihat laju KA, ia pun tampa ragu-ragu menaiki tanjakkan menuju perlintasan KA.
Tak terduga ternyata ada KA yang melintas dari arah timur ke arah barat hingga terjadi tabrakan, mobil tertabrak KA hingga terlempar 15 meter ke sebelah utara.
Di dalam mobil ada empat orang penumpang yakni Luluk Zainab, 53, istri Nurosidi dan anaknya, Muhammad Al Ghozali, serta Nurhuda, 35, mantan RW lingkungan Bintingan.
Ka menghantam bagian depan mobil hingga ringsek, sementara sebagian bodi kendaraan juga ringseng dan penumpang tertumpuk di kursi paling belakang.
KECELAKAAN GRESIK : Emak Warga Surabaya Gagal Menyalip Kiri Truk Gandeng Malah Terlindas di Gresik
Bahkan dua penumpang Ghozali dan Luluk sampai terlempar keluar dari kaca belakang, mobil ringsek berat, beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
Dari keterangan yang diperoleh seluruh penumpang di dalam mobil mengalami luka-luka dari lecet-lecet hingga patah tulang tangan.
Sebenarnya sebelum mobil menanjak ke arah perlintasan KA ada warga yang berteriak jika ada KA lewat, namun pengemudi dan seisi kendaraan tidak ada yang mendengar.
Yang perlu mendapat perhatian adalah kondisi palang pintu di kawasan itu masih darurat, karena dijalankan secara manual.
Palang pintu hanya terdapat tiang pembatas saja, ada warga yang sukarela menaik turunkan portal jika ada KA yang melintas.
Namun ketika itu tidak ada warga yang menjaga portal sehingga portal terus terbuka, hingga akhirnya terjadi kecelakaan di perlintasan KA itu. **



Respon (1)