KITAINDONESIASATU.COM – Kecelakaan mengerikan kembali terjadi di ruas Jalan Raya Boboh Menganti, Kabupaten Gresik Kamis, 9 Oktober 2025 malam kemarin pukul 19:30 WIB.
Pengendara sepeda motor Honda Vario W 4969 XS tewas di lokasi kejadian setelah gagal menyalip dari kiri truk tronton yang melaju seraong dengannya hingga pengendara motor terlindas roda truk.
Korban tewas pengendara sepeda motor tidak diketahui identitasnya itu melaju dari arah barat ke timur, di tengah perjalanan korban mendahului dari sisi kiri truk tronton W 9625 M dikemudikan Khotib (45) warga Duduksampeyan Gresik.
Di tengah perjalaan korban yang tidak bisa mengendalikan kendaraan tiba-tiba berbenturan dengan truk hingga terjatuh dan terlindas roda truk belakang hingga meninggal dunia di tempat kejadian, korban langsung dievakuasi ke RSUD Ibnu Sina Gresik.
Berkaca dari kecelakaan seperti seperti itu pengendara sepeda motor tewas terlindas truk saat menyalip adalah salah satu jenis kecelakaan lalu lintas paling fatal di jalan raya.
Biasanya, kejadian ini disebabkan oleh kesalahan perhitungan saat menyalip, kurangnya jarak aman, serta minimnya kesadaran adanya bahaya blind spot kendaraan besar seperti truk dan bus yang tidak bisa melihat kendaraan lain yang lebih kecil.
Penyebab umum kecelakaan saat menyalip truk dari sisi kiri antara lain adalah :
Masuk ke area blind spot (titik buta) –truk memiliki area di mana sopir tidak dapat melihat kendaraan lain, terutama di sisi kiri dan belakang.
Jika motor menyalip dari sisi tersebut, pengemudi truk mungkin sama sekali tidak menyadari ada motor di sampingnya.
Jarak menyalip terlalu dekat — banyak pengendara motor menyalip tanpa memberi jarak cukup, saat truk sedikit berbelok atau bergeser, motor bisa terseret atau terjatuh dan akhirnya terlindas.
Menyalip di tikungan atau jalan sempit –motor tidak punya ruang cukup untuk menghindar bila dari arah depan datang kendaraan lain.
Kurang sabar dan memaksakan diri menyalip –beberapa pengendara motor tidak menunggu momen yang aman, lalu mengambil jalur terlalu cepat, padahal jarak pandang terbatas.
Langkah aman saat menghadapi situasi seperti ini yang harus dilakukan pengendara sepera motor antara lain:
Jangan menyalip dari sisi kiri truk atau bus — ini adalah area paling berbahaya karena pengemudi besar hampir pasti tidak melihat motor di sana.
Selalu jaga jarak aman — beri ruang setidaknya 2–3 meter dari sisi kendaraan besar. Jangan terlalu mepet di belakang karena angin hisap truk bisa membuat motor kehilangan keseimbangan.
Pastikan jalan depan benar-benar kosong sebelum menyalip — jangan hanya melihat sebagian jalan — pastikan pandanganmu jelas dan tidak ada kendaraan dari arah berlawanan.
Gunakan klakson atau lampu sein sebelum menyalip — ini untuk memberi sinyal bahwa kamu akan berpindah posisi dan agar sopir truk menyadari keberadaanmu.
Segera kembali ke jalur semula setelah aman — setelah berhasil menyalip, jangan terlalu lama di depan truk dengan jarak dekat. Kecepatan truk besar sulit dikendalikan jika harus mendadak berhenti.
Jika ragu jangan menyalip — lebih baik kehilangan beberapa detik waktu perjalanan daripada kehilangan nyawa. **

