KITAINDONESIASATU.COM – Beragam penemuan penting arkeologi di era kolonialisme Belanda, berbarengan dengan pelaksanaan proyek MRT (moda raya terpadu) tahap kedua Bundaran HI-Kota.
“Seperti sejumlah objek arkeologi itu, yakni Tugu Jam Thamrin, Jembatan Glodok, saluran pipa air kuno Batavia (Terakota), rel trem Batavia, cerucuk kayu, dan temuan lepas,” kata Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda) Weni Maulina kepada wartawan, pada Jumat (27/9/2024) di Jakarta.
Weni mengemukakan temuan arkeologi tersebut dalam diskusi bertema “Jakarta dari Bawah Tanah”, yang diselenggarakan di Bentara Budaya, Jakarta.
Metode penanganan, katanya, tentu dengan selalu berkoordinasi dengan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB), Dinas Kebudayaan, dan ahli arkeologi yang sejalan dengan UU No 10 Tahun 2011 tentang Cagar Budaya.
Dia katakan, berkaitan dengan pemindahan sementara Tugu Jam Thamrin, PT MRT Jakarta (Perseroda) akan mengembalikan kembali ke lokasi semula, tepatnya di perempatan antara Jalan MH. Thamrin dan Jalan Kebon Sirih, pada 2026 sehubungan adanya pembangunan jalur MRT Fase 2A Bundaran HI-Kota.
“Rencananya akan kami kembalikan pada 2026,” ujar Weni. Ia melanjutkan, saat ini Tugu Jam Thamrin masih tersimpan sementara di area Silang Barat Daya Monas.
Nantinya, tugu jam tersebut akan dikembalikan ke lokasi semula dan akan tersambung dengan struktur stasiun Thamrin.
Sebelumnya diberitakan. pemindahan objek cagar budaya berupa Tugu Jam Thamrin itu dilaksanakan pada Desember 2021. Pemindahan itu dibagi menjadi tiga bagian, diangkat, dan ditempatkan di area penyimpanan sementara.


