News

Beli Hewan Kurban Tanpa Waswas, Ini Tempat Rekomendasi Wali Kota Bogor

×

Beli Hewan Kurban Tanpa Waswas, Ini Tempat Rekomendasi Wali Kota Bogor

Sebarkan artikel ini
1001032718 scaled
BHQ diikuti oleh tujuh peternak sapi, domba, dan kambing berasal wilayah Bogor, Jawa Barat, hingga Sumatera Selatan. Total hewan yang tersedia meliputi 24 ekor sapi dan 121 ekor domba dan kambing (KIS/NICKO)

KITAINDONESIASATU.COM- Bursa Hewan Qurban (BHQ) resmi dibuka di Kota Bogor pada Selasa 27 Mei 2025 kemarin sebagai bagian dari upaya menyediakan hewan kurban yang sehat, sesuai syariat, dan terjangkau bagi masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha 2025. Kegiatan ini digelar di area Pusat Perakitan dan Modernisasi Peternakan dan Kesehatan Hewan (PPMPKH), Jalan Pajajaran, dan akan berlangsung hingga 6 Juni 2025.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyatakan bahwa BHQ bisa menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin berkurban dengan aman dan sesuai ketentuan agama. 

“Kenapa ini kita prioritaskan dan kita rekomendasikan, karena dari sisi kesehatan ternaknya ini terjamin dan sesuai syariat. Kemudian tentu karena lahannya disiapkan oleh BRMP melalui PPMPKH, sehingga tidak ada alokasi anggaran yang dikeluarkan oleh pedagang sehingga harganya relatif lebih ekonomis,” ujar Dedie saat menghadiri peresmian BHQ.

BHQ tahun ini difasilitasi oleh Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Sekolah Vokasi IPB University, serta paguyuban peternak. Seluruh hewan kurban yang dijual telah melalui proses pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan dari DKPP dan IPB University.

Dedie menambahkan bahwa BHQ juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat. “Di sini juga masyarakat bisa mengetahui bagaimana cara memilih hewan kurban dan cara menyembelihnya,” ucapnya.

Ia juga mengimbau agar masyarakat tetap menjaga kelestarian lingkungan dalam pelaksanaan kurban, dengan melanjutkan tradisi membungkus daging kurban menggunakan wadah ramah lingkungan seperti anyaman bambu atau bonsang, bukan plastik sekali pakai.

Selain itu, Dedie mengingatkan pentingnya mengelola limbah sisa penyembelihan agar tidak menimbulkan masalah lingkungan di kemudian hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *