KITAINDONESIASATU.COM – Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi program yang sedang dijalankan pemerintah saat ini, namun ada yang mempertanyakan mengapa setiap menu ada yang diberi minuman susu dan ada yang tidak.
Melalui Juru Bicara Kepresidenenan Philips Vermonte menjawab hal ini dikarenan karena minuman susu diprioritaskan untuk daerah yang bisa menghasilkan susu.
Atau daerah yang memang memiliki sentra sapi, seperti Cimahi, Bandung barat, Jawa Barat dan daerah lainnya yang mendukung ketersediaan susu.
Jadi untuk daerah-daerah lainnya termasuk Jakarta belum bisa dipastikan kapan bisa ada menu susu di Program Makan Bergzi Gratis (MBG).
Dengan alasan wilayahnya bukanlah penghasil susu.
Perlu diketahui, Program MBG saat ini sudah berjalan di 238 titik satuan pemenuhan gizi (SPPG)0 yang ada di 31 Provinsi.
Dan jumlah ini diharapkan meningkat menjadi 900-2.000 titik pada bulan Agustus 2025 nanti.
- Prediksi Penarol vs Santa Fe 28 Mei 2026, Laga Sengit Libertadores
- Heboh! Kambing Naik Atap Masjid Diduga Enggan Disembelih
- Crystal Palace Juara Conference League 2026 usai Tundukkan Rayo Vallecano 1-0
- Heboh! Santriwati Melahirkan Tiba-Tiba, Kiai Ponpes di Pekalongan Dicokok Usai Salat Iduladha!
- Pria di Palembang Tewas Terseret Arus Saat Cuci Usus Hewan Kurban di Anak Sungai Musi
Kemudian menu makanan MBG juga akan dievaluasi dan dirotasi setiap 20 hari. Untuk memastikan variasi makanan dan mengenalkan keragaman kuliner Indonesia kepada siswa.
Program ini bukan hana makan tetapi menjadi peristiwa kultural yang mengedepankan nilai inklusi, solidaritas, tradisi doa bersama dan mengenalkan ragam kuliner nusantara.
Hal ini juga sudah pernah dipaparkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) yang menjelaskan kalau susu akan menjadi bagian makanan bergizi gratis untuk wilayah dimana ada sapi perahnya, Senin (6/1/2025).
Hal ini bertujuan untuk memberdayakan sumber daya lokal, karena tidak ingin program ini menjadi bagian dari peningkatan impor.
Jadi bagi kalian yang mempertanyakan kenapa tak ada susu begitulah jawabannya.


