KITAINDONESIASATU.COM – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Jember dalam beberapa hari terakhir.
Warga dilaporkan mengalami kesulitan memperoleh Pertalite maupun solar, sementara antrean kendaraan terlihat mengular di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Kondisi tersebut turut dirasakan masyarakat yang membutuhkan BBM untuk aktivitas sehari-hari.
Sejumlah warga bahkan harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan Pertalite. Sebagian lainnya memilih beralih ke jenis BBM lain yang masih tersedia meski harus mengeluarkan biaya lebih besar.
Kesulitan serupa juga terjadi pada pengguna solar. Ketersediaan solar di sejumlah titik disebut terbatas sehingga masyarakat harus mencari alternatif BBM lain yang memiliki harga lebih tinggi.
Kemacetan Banyuwangi Ganggu Distribusi BBM ke Jember
Kelangkaan pasokan BBM di Jember disebut berkaitan dengan terganggunya distribusi akibat kemacetan panjang di kawasan Tanjung Wangi, Banyuwangi.
Kepadatan kendaraan mencapai sekitar 15 kilometer dan berdampak pada perjalanan mobil tangki pengangkut BBM menuju sejumlah wilayah.
Gangguan tersebut mulai dirasakan sejak Kamis (3/9/2026). Kondisi lalu lintas yang padat membuat mobil tangki hanya dapat bergerak dalam waktu singkat sebelum kembali terhenti.
Dampaknya, waktu pengiriman BBM menuju Bondowoso dan Situbondo yang biasanya sekitar 8-10 jam meningkat menjadi 15-23 jam.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, PT Pertamina Patra Niaga menerapkan strategi pengalihan pasokan melalui jalur alternatif. Sebanyak 584 kiloliter BBM dialihkan untuk menjaga ketersediaan energi di sejumlah wilayah.





