News

Bayi 6 Bulan yang Hanyut saat Mobil Terjun ke Sungai Ditemukan Meninggal, Berjarak 20 Km dari Lokasi Kejadian

×

Bayi 6 Bulan yang Hanyut saat Mobil Terjun ke Sungai Ditemukan Meninggal, Berjarak 20 Km dari Lokasi Kejadian

Sebarkan artikel ini
Bayi 6 Bulan yang Hanyut saat Mobil Terjun ke Sungai (Instagram/nyinyir_update_official)
Bayi 6 Bulan yang Hanyut saat Mobil Terjun ke Sungai (Instagram/nyinyir_update_official)

KITAINDONESIASATU.COM – Setelah empat hari pencarian intensif, bayi 6 bulan yang sebelumnya dinyatakan hilang akibat kecelakaan bus di Kabupaten Padang Lawas, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Jasad bayi 6 bulan tersebut ditemukan di sekitar aliran Sungai Barumun, tepatnya di Desa Siparau, Kecamatan Barumun Tengah, yang berjarak sekitar 20 kilometer dari lokasi kecelakaan.

Kecelakaan tragis yang melibatka bayi 6 bulan tersebut terjadi pada Minggu malam, 6 April 2025.

Kronologi Kecelakaan yang Melibatkan Bayi 6 Bulan

Bermula ketika sebuah bus yang membawa sekitar 18 penumpang mengalami kecelakaan tunggal di jalur lintas provinsi Sumatera Utara, tepatnya di Desa Aek Nabara Tonga, Kecamatan Aek Nabara.

Kendaraan tersebut dilaporkan kehilangan kendali dan terjun ke sungai di antara dua jembatan di lokasi kejadian.

Bus itu dikemudikan oleh seorang pria berinisial AM dan sedang dalam perjalanan dari Kabupaten Mandailing Natal menuju Kota Pekanbaru, Riau.

Di antara para penumpang, seorang bayi yang merupakan anak dari penumpang berinisial DMA dinyatakan hilang setelah insiden terjadi.

Sejak saat itu, tim SAR gabungan yang terdiri dari UPT Basarnas Mandailing Natal, BPBD Padang Lawas, Satpol PP Palas, serta personel TNI dan Polri bersama masyarakat setempat melakukan pencarian di sepanjang aliran Sungai Barumun.

Setelah upaya pencarian tanpa henti, pada Kamis sore, 10 April, bayi tersebut akhirnya ditemukan. Tubuhnya terseret arus sejauh puluhan kilometer dari titik awal kecelakaan.

Penemuan ini membawa duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga bagi seluruh tim penyelamat yang telah berjibaku di lapangan selama berhari-hari.

Kondisi medan yang sulit dan arus sungai yang deras menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi.

Setelah ditemukan, jenazah bayi 6 bulan tersebut langsung dievakuasi dan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *