KITAINDONESIASATU.COM -Komisioner Bawaslu Banjarmasin, Muhammad Yasar mengingatkan perlunya kewaspadaan karena tingkat kerawanan terhadap politik uang sangat tinggi dalam Pilkada Banjarmasin.
“Kami masih merujuk pada peta kerawanan dari Pilkada sebelumnya, dengan fokus pada kelompok masyarakat ekonomi rendah, daerah pesisir, dan mereka yang memiliki tingkat pendidikan rendah,” ungkapnya, Minggu (15/9/2024).
Yasar menguraikan bahwa kategori kerawanan politik uang hampir ditemukan di semua kelurahan di Banjarmasin.
Oleh karena itu, Bawaslu Banjarmasin mengimbau masyarakat untuk aktif melakukan pengawasan partisipatif terkait praktik politik uang dalam Pilwali Banjarmasin.
“Jika Anda menemukan praktik politik uang, laporkan segera,” tegasnya.
Selain isu politik uang, Bawaslu juga menyebutkan ada empat kerawanan utama yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pilkada serentak ini.
“Kami berada pada kategori sedang. Dari 27 indikator yang ada, terdapat 4 indikator dengan tingkat kerawanan tinggi, 4 rendah, dan 1 sedang,” tambahnya.
Ia menjelaskan bahwa wilayah dengan indeks kerawanan Pilkada tinggi berpotensi memerlukan pemungutan suara ulang (PSU).
