News

Barabai Layak Jadi Pintu Gerbang Geopark Meratus

×

Barabai Layak Jadi Pintu Gerbang Geopark Meratus

Sebarkan artikel ini
barabai
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Ramadhan (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Kabupaten Hulu Sungai Tengah di Provinsi Kalimantan Selatan memiliki luas wilayah 1.472 km² dan terletak di antara Pegunungan Besar dan Pegunungan Meratus yang menjulang setinggi 1.894 meter di atas permukaan laut.

Kabupaten ini juga memiliki kawasan hutan lindung yang terdiri dari dua lokasi, yaitu Hutan Lindung Meratus di Kecamatan Batang Alai Timur seluas 43.782 hektar dan Gunung Titi di Limpasu.

Dengan potensi tersebut, Kabupaten Hulu Sungai Tengah layak dijadikan pintu gerbang Geopark Meratus.

“Meskipun Pemkab HST bukan bagian dari Geopark Meratus, kami mengusulkan agar Pemkab HST menjadi pintu gerbang Geopark Meratus,” kata Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Ramadhan, pada Kamis 10 Oktober 2024.

Menurut Ramadhan, ada sejumlah alasan mengapa Kabupaten HST cocok dijadikan pintu gerbang Geopark Meratus. Pertama, kondisi geografis HST berada di wilayah Pegunungan Meratus.

Dari segi budaya, Barabai memiliki Gunung Aluh-aluh, yang merupakan gunung tertinggi di Kalimantan Selatan dan dianggap sebagai tempat yang paling dikeramatkan oleh masyarakat Dayak Pegunungan Meratus.

“Kabupaten HST juga memiliki kesenian Barikin sebagai pusat seni budaya Banjar Akais—yang berasal dari Banjar Dipa, di mana akarnya ada di Barabai, khususnya di Desa Barikin. Pintu gerbang Geopark Meratus seharusnya ada di Barabai (HST) karena kekayaan budaya dan seni yang lengkap, serta galeri seni yang ada, di mana budaya Banjar Akais masih terjaga hingga kini,” ujarnya.

Ramadhan menambahkan bahwa keberadaan hutan yang masih asli dan perawan, serta adat istiadat penduduk yang tinggal di kaki Pegunungan Meratus, juga masih terjaga dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *