News

Banjir Masih Kepung Jakarta, Pramono Akui Curah Hujan di Luar Perkiraan

×

Banjir Masih Kepung Jakarta, Pramono Akui Curah Hujan di Luar Perkiraan

Sebarkan artikel ini
pramono2
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo akhirnya buka suara soal penyebab Jakarta masih dilanda banjir, meski Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sudah digencarkan. Ia mengakui bahwa prediksi cuaca yang meleset menjadi salah satu faktor utama banjir tetap menggenangi ibu kota.

Pramono menjelaskan, pada Sabtu (17/1) prakiraan cuaca menunjukkan curah hujan tidak terlalu ekstrem, sehingga OMC tidak dijalankan. Namun di luar dugaan, hujan yang turun justru jauh lebih deras dari perkiraan awal.

“Kenapa Sabtu dan Minggu itu tidak kita lakukan? Karena memang perkiraan kita curah hujannya tidak seperti itu. Ternyata hujannya sangat tinggi,” ujar Pramono saat ditemui di Jakarta Pusat, Senin (19/1).

Ia menyebut, curah hujan pada Sabtu mencapai 260 hingga 280 milimeter, angka yang masuk kategori ekstrem. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran banjir akan bertahan lebih lama jika tidak segera diantisipasi.

Menyadari situasi kian genting, Pramono langsung memerintahkan OMC digelar penuh pada Minggu (18/1). Bahkan, ia meminta agar dilakukan tiga kali penerbangan penyemaian awan dalam satu hari.

“Kemarin hari Minggu sampai tiga kali sorti. Saya perintahkan langsung karena sejak sore Jakarta sudah gelap pekat,” ungkapnya.

Pramono menegaskan, tanpa OMC pada Minggu, banjir dikhawatirkan meluas ke lebih banyak wilayah Jakarta. Beruntung, langkah cepat tersebut dinilai cukup efektif meredam dampak banjir.

“Alhamdulillah, per tadi pagi sudah tidak ada wilayah terdampak lagi. Tersisa 33 RW,” kata Pramono.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menjelaskan bahwa pada hari ketiga pelaksanaan OMC, durasi hujan yang berlangsung lama membuat genangan di sejumlah titik sulit dihindari.

Karena itu, BPBD DKI bersama BMKG dan TNI AU terus melakukan evaluasi harian guna menentukan waktu dan lokasi penyemaian awan yang paling efektif sesuai dinamika atmosfer terkini.

Pada Minggu (18/1), OMC dilaksanakan melalui tiga sorti penerbangan pesawat CASA A-2105 yang berpangkalan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Operasi ini melibatkan kolaborasi lintas lembaga, mulai dari BPBD DKI Jakarta, BMKG, TNI AU, hingga PT Rekayasa Atmosphere Indonesia.

Sorti pertama difokuskan ke Perairan Selat Sunda dan Ujung Kulon untuk menjatuhkan hujan di laut agar tidak masuk ke wilayah Jakarta. Sebanyak 800 kilogram Natrium Klorida (NaCl) disemai pada ketinggian 11.000 kaki.

Sorti kedua menyasar wilayah Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang, menggunakan 800 kilogram Kalsium Oksida (CaO) guna menekan intensitas hujan dari awan yang bergerak ke Jakarta.

Sementara sorti ketiga dilakukan di wilayah udara Kabupaten Tangerang, dengan tujuan memecah awan potensial pembentuk hujan, juga menggunakan 800 kilogram CaO.

Diketahui, OMC telah berlangsung sejak 15 Januari dan dijadwalkan berlanjut hingga 20 Januari, sebagai upaya menekan risiko banjir di Jakarta yang masih rawan cuaca ekstrem. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *