KITAINDONESIASATU.COM – Anggota Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI, Obon Tabroni, melakukan kunjungan ke Pasar Kosambi, Bandung, guna memastikan stabilitas harga serta ketersediaan pasokan pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri 2025.
Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan masyarakat selama Bulan Ramadhan hingga Lebaran dapat terpenuhi dengan baik.
“Kami ingin memastikan harga kebutuhan pokok tetap terkendali. Saat ini, ada beberapa komoditas seperti beras dan daging yang masih mengalami fluktuasi harga. Diperkirakan dalam dua minggu ke depan menjelang Lebaran, harga beberapa bahan pokok akan mengalami kenaikan,” ujar Obon di Bandung, dikutip dari laman resmi DPR RI pada Jumat (7/3/2025).
Selain menyoroti harga, Obon juga menekankan pentingnya memantau daya beli masyarakat dengan melihat langsung aktivitas di pasar.
Ia mencatat adanya penurunan permintaan pada beberapa komoditas, yang kemungkinan besar dipengaruhi oleh pola konsumsi selama bulan puasa.
Namun, secara umum, ia menilai harga masih relatif stabil dan pasokan beras tetap aman setidaknya hingga dua bulan ke depan berdasarkan data yang diperolehnya.
Obon mengimbau pemerintah untuk tetap waspada terhadap potensi lonjakan harga.
Jika diperlukan, ia meminta pemerintah segera menggelar operasi pasar guna menstabilkan harga bahan pokok.
“Pemerintah harus selalu siaga dalam mengawasi fluktuasi harga. Selain itu, menjelang Ramadhan dan Lebaran, sering ditemukan pangan yang tidak layak konsumsi, seperti daging dan ayam yang diproses tidak sesuai standar, misalnya ayam tiren atau ayam glonggongan, serta makanan yang mengandung boraks. Tapi patut diapresiasi, di Pasar Kosambi sudah tersedia mobil laboratorium pengujian yang standby untuk memastikan keamanan dan kehalalan pangan yang dijual,” jelasnya.
Lebih lanjut, Obon menegaskan bahwa BAM DPR RI akan terus berkoordinasi dengan pemerintah melalui kementerian terkait.
Menurutnya, pemantauan langsung di lapangan sangat penting agar informasi yang diterima akurat dan tidak hanya berdasarkan laporan tertulis semata.
“Kami turun langsung untuk memastikan kondisi sebenarnya. Jangan sampai dalam rapat disampaikan harga pangan stabil, tetapi kenyataannya di lapangan berbeda,” pungkasnya.- ***

