Dari 27 program strategis yang disusun, 12 program utama menjadi sorotan, di antaranya adalah Bogor Smart System, layanan hotline 24 jam, dan program “Bogor Bekerja” yang menargetkan penciptaan 40 ribu lapangan kerja baru melalui inkubator bisnis dan pendampingan UMKM.
“Kami juga akan fokus pada pengembangan Ruang UMKM, penyediaan psikolog dan dokter keluarga, pembangunan Pajajaran Sport International Center, serta penambahan enam SMP negeri baru dalam lima tahun ke depan,” ungkap Atang dengan tegas.
Selain itu, Atang dan Annida juga berkomitmen memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan di Bogor. “Kami berencana memberikan santunan bagi penyandang disabilitas, janda, dan lansia, serta meluncurkan program ‘Satu Keluarga Satu Sarjana’ untuk meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat,” tambahnya.
Pengelolaan sampah terintegrasi melalui program 68 Area Sadaya dan penataan tiga kawasan utama Kota Bogor-Empang sebagai kawasan budaya Islam, Suryakencana sebagai pusat bisnis modern, dan Batutulis sebagai kawasan budaya Sunda-juga menjadi bagian dari prioritas mereka.
“Kami yakin bahwa program-program ini tidak hanya akan menyempurnakan upaya-upaya wali kota terdahulu, tetapi juga menjawab kebutuhan masyarakat Bogor saat ini dan di masa mendatang,” pungkas Atang dengan penuh keyakinan. (Nicko)


