KITAINDONESIASATU.COM – Gelombang arus mudik Lebaran 2026 mulai terasa di jalur utama Jawa Barat. Pengelola Tol Cikopo–Palimanan atau Jalan Tol Cikopo–Palimanan mencatat lonjakan kendaraan signifikan dalam beberapa hari terakhir menjelang Hari Raya.
Operator tol, Astra Tol Cipali, melaporkan sekitar 279 ribu kendaraan telah melintas di ruas tol tersebut selama periode H-8 hingga H-6 Lebaran 2026. Angka ini menjadi sinyal awal meningkatnya mobilitas masyarakat yang mulai bergerak pulang ke kampung halaman.
Sustainability Management & Corporate Communications Dept Head Astra Tol Cipali, Ardam Rafif Trisilo, mengungkapkan lonjakan arus kendaraan mulai terlihat sejak beberapa hari terakhir seiring semakin dekatnya momen mudik.
Pada H-8 Lebaran (13 Maret), tercatat sekitar 79 ribu kendaraan melintas. Angka itu kemudian melonjak pada H-7 Lebaran (14 Maret) menjadi sekitar 97 ribu kendaraan. Peningkatan semakin tajam pada H-6 Lebaran (15 Maret) dengan sekitar 103 ribu kendaraan melintas di Tol Cipali.
“Jumlah kendaraan pada H-6 Lebaran bahkan melonjak sekitar 80 persen dibandingkan lalu lintas harian normal,” ujar Ardam.
Tak hanya itu, jika dibandingkan dengan periode Lebaran tahun lalu, volume kendaraan tahun ini juga mengalami peningkatan sekitar 29 persen, menandakan potensi arus mudik yang jauh lebih besar.
Pantauan terbaru pada Senin (16/3) hingga pukul 17.00 WIB menunjukkan lalu lintas di kedua arah Tol Cipali masih ramai namun tetap lancar, bahkan mulai menunjukkan tren melandai.
Selama periode pemantauan tersebut, sekitar 36 ribu kendaraan bergerak dari arah Cikopo menuju Cirebon, sementara sekitar 17 ribu kendaraan tercatat mengalir dari arah Cikopo menuju Jakarta.
Pihak pengelola tol pun mengingatkan para pemudik agar memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima, terutama bagi pengendara yang melakukan perjalanan jarak jauh pada malam hari.
Sementara itu, Kapolda Jawa Barat, Rudi Setiawan memastikan kepolisian telah menyiapkan berbagai rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi lonjakan kendaraan saat puncak arus mudik.
Beberapa skema yang disiapkan antara lain sistem satu arah (one way) hingga contraflow apabila volume kendaraan meningkat drastis.
Menurut kepolisian, puncak arus mudik di wilayah Jawa Barat diperkirakan akan terjadi pada 18–19 Maret 2026, sehingga pengawasan lalu lintas terus diperketat untuk memastikan perjalanan para pemudik tetap aman dan lancar. (*)

