Daerah rawan bencana
Kepala Pelaksana BPBD Garut, Aah Anwar Saefuloh, dalam kesempatan yang sama, menjelaskan bahwa Kabupaten Garut merupakan salah satu daerah rawan bencana hidrometeorologi basah.
Beberapa wilayah di Garut, seperti daerah pegunungan, rentan terhadap bencana longsor, sementara daerah hilir lebih sering menghadapi banjir bandang. Tidak hanya itu, daerah pantai juga berisiko mengalami abrasi yang mengancam pemukiman warga.
Aah juga menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor antara pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat dalam mengantisipasi dan menangani bencana.
Aah mengimbau camat dan kepala desa untuk mendata dan memantau lokasi-lokasi rawan bencana di wilayah masing-masing agar bisa segera diambil tindakan preventif.
“Penting untuk mewaspadai dan memantau kondisi daerah-daerah yang secara rutin dilanda bencana. Dengan langkah ini, kita bisa lebih siap menghadapi potensi ancaman bencana,” tegasnya.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk melaporkan kejadian bencana melalui Call Center 177 atau media sosial yang dikelola pemerintah setempat.
Aah berharap, melalui apel ini, tercipta sinergi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, relawan, media massa, perguruan tinggi, dan dunia usaha dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan dan responsif terhadap bencana.

