KITAINDONESIASATU.COM – Berhentinya operasional Biskita Transpakuan sejak awal tahun baru 2025 telah menimbulkan keresahan di kalangan warga Bogor.
Menyikapi situasi ini, Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, bersama Wali Kota Bogor terpilih, langsung turun ke lapangan pada Senin 6 Januari 2025, untuk memastikan solusi yang cepat dan tepat.
Bima Arya, yang dikenal sebagai mantan Wali Kota Bogor dengan dedikasinya selama periode 2014-2024, tak segan menaiki Bus Uncal sebagai pengganti sementara Biskita. Perjalanan ini dimulai dari Halte Cidangiang hingga Halte Sholeh Iskandar.
“Biskita adalah layanan yang sangat bermanfaat bagi warga Bogor dengan tingkat keberhasilan tertinggi di Indonesia. Ketika layanan ini berhenti, warga jelas kebingungan. Saya kerap menerima pertanyaan dari warga baik lewat pesan langsung maupun pertemuan tatap muka,” ujar Bima Arya saat berbicara di Sekolah Bina Insani.
Sebelum mengakhiri masa jabatannya, Bima Arya telah menyerahkan tongkat estafet pengelolaan Biskita kepada Pj Wali Kota Bogor, Hery Antasari.
“Biskita Transpakuan saat ini adalah salah satu contoh layanan publik terbaik yang kami miliki,” tambahnya.
Namun, perjalanan Biskita tidak selalu mulus. Subsidi dari pemerintah pusat yang sempat ditarik memaksa pembiayaan harus beralih ke APBD.
“Biskita memerlukan subsidi sekitar 50 miliar per tahun, dan itu masih harus didukung oleh pusat. Secara APBD, beberapa tahun ke depan tidak memungkinkan,” jelas Bima Arya.
Meskipun demikian, harapan tetap terjaga berkat langkah cepat Dedie Rachim yang telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).


