KITAINDONESIASATU.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mengambil langkah taktis untuk mengurangi kepadatan kendaraan di tengah antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) yang masih terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Kebijakan tersebut berupa work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) serta pembelajaran jarak jauh bagi siswa.
Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan bahwa kondisi stok BBM di wilayah Jember sebenarnya telah berada pada kondisi aman.
Bahkan, ketersediaannya disebut telah mencapai lebih dari 35 persen. Antrean kendaraan roda empat juga mulai mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya.
Namun, antrean kendaraan roda dua masih menjadi persoalan yang terlihat di sejumlah SPBU. Situasi tersebut membuat pemerintah daerah memilih untuk sementara mengurangi mobilitas masyarakat melalui kebijakan WFH dan pembelajaran secara daring.
ASN WFH, Sekolah Beralih ke Pembelajaran Daring AKibat BBM Antre
Kebijakan WFH bagi ASN diberlakukan mulai Kamis hingga Jumat, 11 September 2026. Sementara itu, kegiatan belajar mengajar siswa dilaksanakan secara daring hingga Sabtu, 12 September 2026.
Penerapan pembelajaran daring tersebut telah dikoordinasikan Pemkab Jember dengan Kementerian Agama untuk lembaga pendidikan madrasah serta Cabang Dinas Pendidikan untuk jenjang SMA dan SMK.
Dengan koordinasi tersebut, pembelajaran daring diharapkan dapat diterapkan secara menyeluruh pada berbagai jenjang pendidikan.
Pemkab Jember berharap pengurangan aktivitas dan mobilitas masyarakat dapat membantu menekan kebutuhan BBM untuk sementara waktu sehingga antrean di SPBU segera kembali normal.
Pemerintah daerah memperkirakan kondisi distribusi dan penjualan BBM dapat berangsur pulih pada akhir pekan.
Di sisi lain, Pemkab Jember juga menyiapkan langkah jangka panjang dengan kembali berkoordinasi bersama Pertamina.





