KITAINDONESIASATU.COM- Upaya menekan angka stunting di Kota Bogor kini mendapat suntikan semangat baru. Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bogor yang juga Bunda Peduli Stunting Kota Bogor, Yantie Rachim, menegaskan bahwa keberhasilan menurunkan angka stunting tidak hanya bergantung pada perbaikan gizi anak, tetapi juga pada perubahan perilaku masyarakat yang dipelopori oleh peran aktif perempuan di tingkat kecamatan.
Penegasan itu disampaikan Yantie saat melantik dan mengukuhkan Bunda Peduli Stunting Kecamatan se-Kota Bogor yang berlangsung di Aula Kantor TP PKK Kota Bogor, Jalan Semboja. Menurutnya, pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi momentum penting dalam memperkuat gerakan bersama untuk mempercepat penurunan angka stunting di Kota Hujan.
Yantie menjelaskan, permasalahan stunting merupakan isu kompleks yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan pemberian asupan gizi yang cukup. Faktor perilaku dan pola hidup masyarakat juga menjadi penentu keberhasilan dalam menciptakan generasi yang sehat dan bebas stunting.
“Stunting itu dimulai dari anak-anak yang harus cukup gizinya, tapi bukan hanya itu saja, perilaku juga. Perlu adanya edukasi yang diberikan, bukan hanya di keluarga masyarakat ekonomi ke bawah, tapi juga di keluarga ekonomi menengah. Karena pengetahuan tentang hidup sehat itu penting,” ujarnya, Rabu 8 Oktober 2025.
Lebih lanjut, Yantie menyoroti pentingnya perhatian terhadap generasi muda dan pasangan muda yang akan memasuki usia pernikahan agar memiliki kesiapan yang matang, baik secara fisik maupun mental, sebelum menjalani kehidupan rumah tangga.
“Generasi Z saat ini sudah mulai memasuki usia perkawinan. Di situlah kita perlu memberikan edukasi dan contoh sebagai calon ibu agar tidak melahirkan anak yang kekurangan gizi,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan, berdasarkan data, angka stunting di Kota Bogor sempat mengalami penurunan pada tahun 2023, namun kembali meningkat di tahun 2024. Kondisi ini menjadi alarm bagi semua pihak untuk memperkuat kolaborasi dan memastikan edukasi mengenai gizi dan kesehatan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Karena itu, Yantie berharap dengan dilantiknya Bunda Peduli Stunting Kecamatan, upaya penurunan angka stunting di Kota Bogor dapat berjalan lebih masif dan terarah.
“Semoga amanah ini dapat menjadi langkah nyata dalam mempercepat penurunan angka stunting di Kota Bogor,” ucapnya penuh harap.
Senada dengan Yantie, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bogor, Marse Hendra Saputra, menegaskan bahwa pelantikan Bunda Peduli Stunting Kecamatan merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kota Bogor dalam menekan angka stunting.


