Menurutnya, keberadaan Bunda Peduli Stunting di tingkat kecamatan menjadi ujung tombak penggerak perubahan perilaku masyarakat, khususnya dalam membangun kesadaran akan pentingnya gizi, pola asuh yang baik, serta lingkungan yang sehat.
“Saya ingin menggarisbawahi bahwa peran Bunda Peduli Stunting ini sangat penting sebagai penggerak perubahan perilaku. Karena stunting bukan hanya masalah asupan gizi, tetapi juga pola asuh dan kebiasaan hidup sehat mulai dari remaja, ibu, hingga anak itu sendiri,” jelas Marse.
Ia juga mengajak seluruh Bunda Peduli Stunting yang baru dilantik untuk bekerja dengan hati, mengedepankan empati, dan menjadikan kolaborasi sebagai kekuatan utama dalam perjuangan menurunkan angka stunting di Kota Bogor.
“PR kita masih banyak, tapi saya yakin di tangan ibu-ibu semua akan memberikan sentuhan kasih sayang dan empati. Untuk itu, mari kita bekerja dengan hati, berkolaborasi dengan cinta, dan berjuang dengan kebersamaan,” pungkasnya. (Nicko)

